Catatan Kecil Tentang Sosok Pak Raden

Maestro Dongeng Pecinta Kucing Itu Telah Tiada

Berikut adalah sekelumit catatan kecil kenangan wartawan Tribun Jogja, Yudha Kristiawan, bersama almarhum Pak Raden

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Muhammad Fatoni
Dok. Yudha Kristiawan
Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan (kanan) bersama Amel Carla (host cilik) dan Pak Raden. Foto diambil pada tahun 2007 silam. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGA.COM - Mendengar kabar Drs Suyadi alias Pak Raden meninggal, tiba-tiba sekelumit memori kecil wartawan Tribun Jogja tentang Pak Raden, kembali ke tahun 2007 lalu.

Berikut adalah sekelumit catatan kecil kenangan wartawan Tribun Jogja, Yudha Kristiawan, bersama almarhum Pak Raden :

Ya, akhirnya saya dipertemukan dengan salah satu tokoh antagonis yang saya kagumi sejak SD, Pak Raden yang sesungguhnya, bukan lagi sosok boneka.

Waktu itu kebetulan saya terlibat penggarapan program acara religi di sebuah stasiun televisi nasional dengan host cilik, Amel Carla.

Tugas saya kala itu sebagai tim kreatif adalah membuat naskah.

Mengusung tema para pendongeng, Pak Raden adalah sosok pendongeng jagoan yang kami pilih.

Untuk membuat naskah, saya harus berdiskusi intens dengan Pak Raden, dan ini adalah kesempatan langka.

Pada kesempatan itulah saya akhirnya bisa lebih dekat dan tahu lebih banyak siapa sosok Pak Raden, yang sangat terkenal dengan suara khasnya ketika memanggil Unyil atau menyuruh Pak Ogah dalam serial Si Unyil.

Seingat saya nama asli beliau adalah Suyadi, dengan titel Drs.

Pak Raden waktu itu tinggal di daerah Petamburan, Jakarta Pusat.

Untuk menuju rumah pria yang terkenal bersama sosok Si Unyil itu, kami harus melewati gang sempit khas ibu kota, terpaksa mobil kru diparkir di pinggir jalan raya supaya tak menghalangi aktivitas warga setempat.

Suara gaduh puluhan ekor kucing menyambut kedatangan kami, rupanya Pak Raden adalah pecinta kucing sejak lama.

Di depan rumah sederhana itu, dua orang nampak menyelesaikan boneka tangan beberapa karakter dalam serial Si Unyil.

Tak lama kemudian, dari dalam rumah, suara khasnya yang berat dan serak terlebih dahulu terdengar, "ayo silahkan masuk".

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved