Jangan Beri Uang Kepada Difabel
Persatuan Penyandang Cacat Klaten (PPCK) mengadakan senam inklusi di depan Wisma Bupati
Penulis: pdg | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja Padhang Pranoto
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Menyongsong Hari Difabel Internasional (HDI) yang jatuh 3 Desember 2015, Persatuan Penyandang Cacat Klaten (PPCK) mengadakan senam inklusi di depan Wisma Bupati.
Kegiatan yang diikuti 140 difabel tersebut, ingin menunjukan bahwa mereka setara dengan warga lain dan tidak ingin dikasihani, Minggu (25/10/2015).
"Kami tidak ingin dikasihani, jika ada difabel yang meminta-minta dijalanan jangan diberi! Sebab kalau sekali diberi uang atau lainnya, mereka pasti akan kembali dan menjadikan hal tersebut sebagai mata pencaharian," ucap Ketua PPCK Klaten Edy Subagya, seusai acara senam, di areal car free day Klaten.
Menurutnya, menjadi difabel tidak berarti pasrah menerima takdir dan tak dapat berbuat apapun.
Di PPCK, lanjut Edy, semua anggota diberdayakan untuk dapat bekerja menghidupi diri dan keluarganya, meskipun dengan hasil yang tidak besar.
Dengan kegiatan senam tersebut PPCK ingin menunjukan kepada masyarakat Klaten, bahwa difabel juga mampu mengekspresikan diri.
Selain itu, pihaknya juga ingin menghapus stigma yang terlanjur membekas pada diri difabel.
"Memang masih ada yang meminta-minta, saya hitung sekitar tiga orang, tapi itupun bukan orang Klaten," ucapnya.
Hal itu dipertegas Bendahara PPCK Klaten, Setyo Widodo. Menurutnya, anggota paguyuban tersebut sudah banyak memiliki keahlian untuk berusaha, meskipun dalam skala kecil.
"Disini sebagian besar sudah punya keahlian, seperti membuat rempeyek bayam, menjahit, dan membuat kerupuk. Dengan itu, mereka bisa menjual dan menghidupi diri mereka dan keluarga," tegas Widodo.
Di Klaten sendiri tercatat ada 11.000 orang difabel, dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS). PPCK berharap, dengan bermacam kegiatan yang diadakan, akan semakin banyak orang dengan ketidaksempurnaan fisik maupun perasaan (grahita), bergabung dan memberdayakan diri mereka. (tribunjogja.com)