Peringati HUT ke-22 GKJ Dayu Gelar Merti Gereja Selama Sebulan

Memperingati HUT ke-22, Gereja Kristen Jawa (GKJ) Dayu di Pusung, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, menggelar serangkaian kegiatan

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Santo Ari
Memperingati HUT ke-22, Gereja Kristen Jawa (GKJ) Dayu di Pusung, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, menggelar serangkaian kegiatan yang dikemas dalam Merti Gereja . 

TRIBUNJOGJA.COM - Memperingati HUT ke-22, Gereja Kristen Jawa (GKJ) Dayu di Pusung, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, menggelar serangkaian kegiatan yang dikemas dalam "Merti Gereja".

Kegiatan bersih-bersih lingkungan gereja selama sebulan ini akan ditutup acara puncak, tepat pada hari jadinya, 31 Oktober mendatang, dengan pegelaran Wayang Wahyu berlakon "Kababaring Pasumuan Anyar".

"Kegiatan ini untuk meningkatkan rasa kebersamaan jemaat untuk bersama-sama merawat bangunan gereja dan lingkungannya menjadi lebih tertata, asri dan nyaman," ujar salah satu panitia HUT ke 22 GJK Dayu, Charisma, kepada Tribun, Rabu (14/10/2015).

Ia menjelaskan, Merti Gereja pada hakikatnya merupakan simbol rasa syukur jemaat GKJ Dayu kepada Tuhan atas segala karunia yang diberikan-Nya. Karunia tersebut bisa berupa apa saja, termasuk rezeki, keselamatan, kesalarasan dan ketentraman dalam berpelayanan, dan kenyamanan dalam beribadat.

"Selain itu juga mewujudkan rasa syukur kepada Tuhan. Selama hidupnya manusia telah hidup berdampingan dengan alam ciptaan-Nya dan mengambil banyak materi dari alam," kata Charisma.

Kegiatan HUT GKJ Dayu (lahir pada 31 Oktober 1983, Red) diisi dengan rangkaian kegiatan, antara lain, kerja bakti di rumah masing-masing, kerja bakti membersihkan gereja, bazar anggota Pemberdayaan Ekonomi Jemaat (PEJ) Terus Berkarya (Tebar), diskusi atau sarasehan, pentas seni, dan unjuk talenta paduan suara wilayah.

Adapun awal kegiatan dilakukan dengan kebaktian pembukaan, 27 September, yaitu acara simbolis penyerahan alat-alat kerja bakti berupa sapu, alat pel, kemoceng, cangkul dan sebuah lilin untuk kegiatan doa di rumah masing-masing jemaat.

"Merti Gereja ini diharapkan akan dapat menciptakan keindahan dan kebersihan, serta keasrian lingkungan gereja Dayu, meningkatkan hubungan kekeluargaan antarjemaat, menjadi sarana penyeberan Injil, mewadahi talenta yang dimiliki GKJ Dayu (wayang wahyu dan karawitan, Red), mewujudkan warga gereja GKJ Dayu yang tanggap, tangguh, dan tumandang, ikut berpartisipasi nguri-uri budaya Jawa," kata Charisma.

Rangkaian acara HUT ke 22 GKJ Dayu juga dilengkapi dengan PEJ Expo yang menampilkan karya para wirausaha jemaat GKJ Dayu yang tergabung dalam PEJ Tebar.

Bertempat di halaman parkir gereja, ada sekitar 25 wirausaha jemaat yang memamerkan hasil usaha mereka setiap hari Minggu, selama satu bulan penuh.

Aneka kuliner, dari angkringan sampai dengan aneka kue dan bakmi godog, atau dari usaha gerabah sampai dengan usaha seni kaca patri, dan tas handmade karya kelompok ibu-ibu Gereja Dayu, dipamerkan dan dijual.

"Ternyata kita banyak memiliki potensi usaha jemaat. Di arena inilah mereka mencoba untuk saling bahu membahu dalam mencapai kemajuan bersama. Lebih dari itu, arena ini dapat memperkuat persekutuan antarwirausaha jemaat GKJ Dayu," ucap Charisma. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
gereja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved