Pemkab Gunungkidul Pasang Target Tahun 2017 Bebas Buta Aksara
Sebagian besar penyandang buta aksara didominasi oleh warga yang berusia di atas 40 tahun.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengentaskan buta aksara, yang jumlahnya saat ini masih 15 ribu orang.
Sebagian besar penyandang buta aksara didominasi oleh warga yang berusia di atas 40 tahun.
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rosyid, mengatakan pihaknya terus melaksanakan program pengetasan buta aksara.
Pada tahun 2016 mendatang, dinas mengajukan anggaran sebesar Rp7 milyar untuk mengentaskan buta aksara.
Sementara secara keseluruhan, ditargetkan penyandang buta aksara bisa dihilangkan pada 2017.
“Program pengentasan buta aksara kita laksanakan secara bertahap. Tahun 2016 ditargetkan bisa mengetasakan 8 ribu hingga 10 ribu warga penyandang buta aksara. Sementara secara keseluruhan bisa selesai 2017 mendatang,” katanya, Senin (12/10/2015).
Program pengentasan buta aksara ini menurut Bahron dilakukan dengan memberikan pendidikan melalui pendidikan formal, pusat kegiatan belajar masyarakat dan sanggar kegiatan belajar.
Sasarannya warga buta aksara yang berusia antara 12 tahun hingga 64 tahun.
Melalui berbagai program tersebut, diharapan pekerjan rumah untuk mengentaskan sekitar 15 ribu penyandang buta aksara di Gunungkidul bisa diselesaikan.
Pemerintah menargetkan bisa menghilangkan buta aksara dari Gunungkidul pada 2017 mendatang.
Sementara itu dihubungi terpisah wakil ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan program pengentasan buta aksara sudah dijalankan sejak lama.
Hanya saja, program tersebut belum menunjukkan hasil yang memuaskan karena jumlah penyandang buta aksara hingga saat ini masih stagnan.
Sebagai wakil rakyat, pihaknya akan selalu mendukung program pemerintah dalam melakukan pengentasan buta aksara.
Namun demikian, sebaiknya sebelum membuat dan menjalankan program, pemerintah bisa melakukan kajian terlebih dahulu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/buta-aksara_20151012_173717.jpg)