Diprotes Warga, Pabrik Peleburan Aluminium di Piyungan Mandek Beroperasi

Pabrik peleburan yang terletak di Banyakan II, Sitimulyo, Piyungan telah menghentikan operasionalnya sejak beberapa waktu yang lalu.

Penulis: apr | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Anas Apriyadi
Pabrik aluminium di Banyakan, Sitimulyo, Piyungan tidak lagi beroperasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Daerah Bantul telah mendapatkan solusi terkait sentra industri peleburan aluminium di Piyungan, yang sempat diprotes warga beberapa waktu yang lalu.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul, Sulistyanto menjelaskan sejumlah pabrik peleburan yang terletak di Banyakan II, Sitimulyo, Piyungan telah menghentikan operasionalnya sejak beberapa waktu yang lalu.

"Saya sudah komunikasi dengan ketua paguyubannya, di sana lahan dua hektar akan dipakai industri berbahan baku aluminium," katanya pada Minggu (11/10/2015).

Pemkab, menurutnya sangat mendukung solusi yang dimunculkan, menurutnya industri pembuatan produk berbahan aluminium seperti peralatan memasak yang akan dibangun akan berbeda dari industri peleburan aluminiun yang selama ini berjalan, dimana polusinya mengganggu warga hingga memunculkan penolakan.

"Kita sangat mendukung, karena ini termasuk industri kreatif dibuat bermacam-macam barang, juga ramah lingkungan dan padat karya," terangnya.

Menurutnya, para pemodal usaha tersebut tetap sama, karena hanya mengalihkan produksinya dari peleburan aluminium menjadi membuat barang dari aluminium.

"Supaya ramah lingkungan dan padat karya, bahan baku dari jawa timur, kita dukung karena itu zona kawasan industri," terangnya.

Meski sudah mengalihkan industrinya agar lebih ramah lingkungan, menurut Sulis proses perijinan dan sosialisasi harus tetap terrus dijalankan oleh kelompok usaha tersebut.

"Yang terpenting pemurnian aluminium yang ditolak sudah tidak ada," paparnya.

Pantauan wartawan Tribun Jogja di dua pabrik tersebut memang sudah tidak ada aktivitas dan tidak ada satu orang pun di dalamnya, pintu pabrik juga digembok.

Sebelumnya pada awal September lalu puluhan warga Banyakan II RT 3, Sitimulyo, Piyungan memprotes keberadaan pabrik peleburan aluminium di sekitar perkampungan mereka yang limbahnya dianggap mengganggu lingkungan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved