Makan Es Krim Buatan Mahasiswa UGM Ini Serasa Makan Sayur
Mereka menamakan produk es krim sayurnya tersebut dengan nama Veggiwagen
Penulis: abm | Editor: Ikrob Didik Irawan
Siapa yang tidak suka es krim? Salah satu menu dessert yang manis dan dingin ini banyak digemari oleh masyarakat. Tidak hanya anak kecil, bahkan orang dewasa pun banyak yang menggemari salah satu menu dessert yang di antaranya dibuat dari bahan baku susu dan creamer ini.
BERANGKAT dari sebuah pengamatan lapangan tentang kesukaran masyarakat dalam mengkonsumsi sayuran, tujuh mahasiswa membuat sebuah inovasi untuk menikmati sayuran dengan sensasi lain.
Masyarakat bisa merasakan sensasi lain makan sayuran lewat inovasi es krim yang dicipitakan oleh tujuh mahasiswa itu.
Tujuh mahasiswa kreatif itu ialah Iin Wulandari, Anggita Rimadani, Galih Prakoso, Nadia Nurina Azti, Retno Wulandari, Khabib Wahyu Effendi dan Aswanudiin Hamid yang semuanya merupakan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Hanya bermodal Rp700.000, mereka bisa mengantongi keuntungan yang lebih dari modal awal yang mereka keluarkan.
Es krim sayur pun bermula saat mereka diperintahkan oleh dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan untuk membuat sebuah produk inovasi.
"Awalnya iseng-iseng. Tapi kita riset dulu ke lapangan dan ternyata banyak orang, khususnya anak mahasiswa yang kurang suka makan sayur. Namun banyak yang suka makan es krim. Jadi kita coba untuk membuat es krim berbahan baku sayur," ungkap Anggita kepada Tribun Jogja pada Kamis (8/10/2015) siang.
Mereka menamakan produk es krim sayurnya tersebut dengan nama Veggiwagen. Nama Veggiwagen sendiri tadinya terinsipirasi dari nama sebuah produsen mobil asal Jerman.
Pada awalnya mereka berinisiatif untuk menjual es krim-es krimnya dengan berkeliling menggunakan mobil tersebut.
Namun karena mobil itu tak kunjung mereka miliki, Anggita Cs pun menjual es krim-es krimnya berkeliling dari acara expo yang satu ke acara expo lainnya.
Hingga saat ini, Veggiwagen sudah memiliki tiga macam varian rasa, yaitu wortel, bayam merah dan sawi. Untuk membuatnya pun tidak memakan waktu yang lama.
Sayuran tersebut di blender lalu diambil sari dari sayuran tersebut dan dicampur dengan bahan baku pembuatan es krim pada umumnya. Untuk menghasilkan 4 liter es krim sayur, mereka memerlukan sayuran sebanyak 2 kilogram.
"Rasa susu dan creamer nya sedikit, agar rasa sayurnya terasa," tutur Anggita.
Hal serupa dikatakan oleh Riska Ulfa, salah satu pembeli es krim sayur kepada Tribun Jogja. Walau rasa sayurnya terasa, namun tidak membuatnya enek dan rasa es krimnya pun masih terasa.
Menurutnya, ini perpaduan yang pas antara sayuran dan es krim, serta memiliki tampilan es krim yang menarik. Ini merupakan kedua kalinya Riska merasakan es krim sayur dari Veggiwagen.
"Dulu pernah ngerasain es krim sayur Veggiwagen di sebuah acara expo. Saya sih jujur enggak terlalu suka sayur. Dulu pas pertama kali nyobain enak banget. Sekarang mumpung lagi ada, saya beli lagi dan harganya pun terjangkau," imbuh Riska.
Es krim sayur ini dijual Rp10.000 per cup dengan dilengkapi beberapa topping seperti almond, oreo, choco cips, marshmallow dan lainnya.
Anggita mengatakan, hal itu dilakukan agar bisa menunjukan kekayaan rasa, namun tidak menunjukan rasa yang berlebihan di lidah para penikmatnya.
"Kalau di mix tiga rasa jadi Rp 12.000. Dulu pas pertama kali kita nyoba jual di acara expo yang lain pada Februari 2015 lalu, dalam waktu 2 jam kita habis 250 cup," kata Anggita.

Tribun Jogja/Septiandri
Ditiru orang
Anggita Cs sempat meninggalkan bisnis es krim sayur mereka selama dua bulan karena harus berangkat Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Tak disangka, tiga varian rasa es krim sayur mereka ada yang meniru. Mereka pun sempat mengecek ke tempat tersebut untuk merasakan rasa es krim sayur yang tempat lain miliki.
"Rasanya sama banget. Dulu sebelum kita punya ide ini sempat cek ke semua tempat dan enggak ada yang jual es krim seperti kami. Mungkin nanti kami akan mengurus hak paten," kata Anggita.
Ia berencana untuk menambah varian rasa es krim sayurnya tersebut, agar akan lebih banyak lagi masyarakat yang dapat merasakan es krim sayur dengan berbagai macam rasa sayur lainnya.
"Kami akan bertahap mengembangkan usaha kami dan terus memperbaiki rasa dari es krim kami. Selain itu, nanti pun kami berencana untuk melakukan uji lab untuk mengecek kadar gizi yang terkandung dalam es krim sayur," paparnya.
Kali ini, Veggiwagen sedang mengikutsertakan es krim sayur mereka dalam Festival Wirausaha dan Seni Kreatif 2015 yang diselenggarakan oleh FEB UGM.
Festival tersebut diselenggarakan pada 8 hingga 11 Oktober 2015 nanti di Plaza FEB UGM Yogyakarta.
Selain es krim sayur, adapun produk-produk lain yang terdapat di 34 stan lainnya, seperti batik jumputan, batu akik, makanan berbahan baku ikan dan lainnya.
Muhammad Izzudin, ketua panitia festival tersebut mengatakan, Festival Wirausaha dan Seni Kreatif 2015 ini bertujuan untuk memperkenalkan bisnis dan jenis wirausaha yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya kepada masyarakat luas.
Kebanyakan peserta yang ikut serta dalam festival ini banyak diikuti oleh para mahasiswa yang sudah merintis kariernya di dunia bisnis.
"Harapannya mahasiswa dan wirausahawan lainnya bisa saling berbagi ilmu di sini. Bisa ikut membantu mereka mengenalkan kepada masyarakat luas," tutup Izzudin. (tribunjogja.com)