Liputan Khusus

Konsultan IT : Program Baru Pemerintah Belum Tentu Lebih Bagus

Perlu dipertanyakan mengenai PLIK efektif atau tidak efektif seperti apa.

Penulis: dnh | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Dwi Nourma Handito
Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) Nanggulan 2 yang terletak di Desa Bayuroto, Kecamatan Nanggulan, Kulonprogo. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam rilisnya pada Maret 2015 Kementrian Kominfo menyatakan pelayanan USO termasuk di dalamnya Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) belum efektif dan untuk sementara dihentikan guna mencegah potensi kerugian dan sedang ada redesign ulang program.

Menurut Konsultan IT dan Akademisi, Dr Priyo Sajarwo Yurianto MSi, perlu dipertanyakan mengenai PLIK efektif atau tidak efektif seperti apa.

"Itu seharusnya menjadi pertanyaan. Toh dahulu yang meluncurkan juga Kominfo," sebutnya kepada Tribun Jogja pekan kemarin.

Sementara melalui PLIK, menurut Priyo daerah bisa menginformasikan apa yang dibutuhkan publik, seperti mengenai sumber daya serta potencial resources yang ada.

"Apakah itu penting? sangat penting, karena ini juga bisa menjadi sumber informasi bagi investor yang membutuhkan informasi dari daerah," ujarnya.

"Maka, kalau dikatakan tidak efektif, tidak efektif dari sudut pandang mana dulu. Kalau tidak efektif dari sudut pandang prasarana ya itu kewajiban Kominfo yang menyediakan," lanjutnya.

Sementara jika alasannya adalah sumber daya manusia, itu dinilai juga menjadi kewajiban Kominfo beserta pemerintah daerah untuk mendidik agar melek teknologi.

Saat ini, Priyo menilai justru yang ada adalah seolah‑olah pejabat baru ada kebijakan baru yang diterapkan kepada publik.

"Selalu begitu, jangkankan itu, untuk masalah kurikulum saja tiap menteri pasti ganti ganti kurikulum, itu penyakit," ujarnya.

Priyo menilai, jika pejabat melanjutkan program pejabat yang sebelumnya dalam tanda kutip dikira tidak bisa bekerja apa‑apa, tidak bisa membuat program baru.

Dimana seharusnya untuk implementasi harus secara baik, program seharusnya bisa terkoordinir dan terintegrasi secara baik, dan dirancang dengan hati‑hati.

"Kemudian tidak coba menghancurkan program lama yang sebenarnya sudah bagus dan baik untuk diganti program baru yang belum tentu tidak lebih bagus. Lebih baik low profile, ini ada program yang baik, ayo kita perbaiki bareng‑bareng bukan dicabut," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
komputer
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved