NASA Tiba-tiba Minta Konferensi Pers, Ada Temuan Apa di Mars?
Muncul spekulasi bahwa konferensi pers ini digelar untuk mengungkap informasi berharga mengenai misi mereka ke Mars
TRIBUNJOGJA.COM - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), tiba-tiba mengundang kalangan media untuk menggelar konferensi pers penting pada Senin (28/9/2015) besok.
Muncul spekulasi bahwa konferensi pers ini digelar untuk mengungkap informasi berharga mengenai misi mereka ke Mars.
Hingga saat ini, NASA sendiri belum mengungkap apa yang akan dijelaskan, namun mereka memberikan gambaran bahwa pihaknya telah mendapatkan bukti besar yang mengungkap misteri Mars.
Rumor pun bermunculan. Salah satu dihubungkan dengan prestasi seorang mahasiswa di Georgia Tech bernama Lujendra Ojha. Ia merupakan salah satu yang pernah diundang dalam pertemuan penting para ilmuwan senior NASA.

Foto permukaan Mars yang diteliti Lujendra Ojha (NASA/JPL-caltech/Univ. of Arizona)
Ia juga yang akan menjadi pembicara dalam konferensi tersebut bersama dengan sejumlah ilmuwan NASA lainnya termasuk diantaranya Direktur Planetary Science Pusat NASA serta ilmuwan program eksplorasi Mars.
Ojha disebut-sebut merupakan orang yang secara tak sengaja berhasil menemukan bukti penting keberadaan air di Mars.
Ini merupakan faktor pendukung paling penting mengenai keberadaan kehidupan, termasuk di Mars.
Temuan ini ia peroleh setelah memelajari serangkaian gambar permukaan Mars sejak tahun 2011 ketika dirinya masih belajar di Universitas Arizona bersama rekannya Colin Dundas.
Untuk mendapatkan temuan itu, Ojha melakukan editing pada gambar-gambar tersebut untuk menghilangkan noise pada gambar.
Hasilnya, ia mendapatkan petunjuk seperti aliran air dengan pola yang konsisten.
Ojha sendiri menyebutnya sebagai sebuah temuan yang tak disengaja. Apalagi awalnya ia juga tak yakin dengan apa yang ia temukan itu.
Namun setelah melewati serangkaian penelitian, akhirnya diperoleh kesimpulan bahwa pola tersebut merupakan bukti paling otentik untuk menyebutkan bahwa ini merupakan bekas aliran air.
Jika hal ini memang benar, maka hal itu akan semakin meyakinkan bahwa ada kehidupan di planet merah tersebut. Setidaknya bukti bahwa di Mars pernah ada kehidupan, ataupun akan ada kehidupan.(*)