5 Masalah Daerah Ketiak dan Cara Perawatannya

Daerah ketiak memiliki struktur kulit yang berbeda dengan area tubuh lain dan merupakan bagian kulit sensitif sehingga membutuhkan perawatan khusus.

Editor: oda
Weibo/Shanghaiist
Inilah salah satu foto seorang perempuan China yang ikut kompetisi memamerkan bulu ketiak yang digelar media sosial Weibo. 

TRIBUNJOGJA.COM - Daerah ketiak memiliki struktur kulit yang berbeda dengan area tubuh lain dan merupakan bagian kulit sensitif sehingga membutuhkan perawatan serta perhatian khusus.

Karena ketiak berupa daerah lipatan, aktivitas atau gerakan normal sekalipun dapat menimbulkan iritasi.

Di samping itu, ketiak merupakan area yang tertutup sehingga mudah lembap juga ditumbuhi rambut atau bulu yang agak kasar serta memiliki banyak kelenjar keringat.

“Permasalahan di sekitar area ketiak akibat kondisi tertentu diantaranya iritasi, bau badan, warna ketiak hitam, alergi, infeksi jamur dan bakteri,” ujar dr. Inneke Halim, SpKK, dokter spesialis kulit RS Bethsaida di momen peluncuran Nivea Deodorant Invisble for Black & White Fresh.

Agar segera teratasi, berikut perawatan tepat untuk mengatasi masalah daerah ketiak sesuai kondisinya masing-masing demi hasil yang optimal.

Iritasi

Tanda iritasi ketiak antara lain munculnya bercak atau ruam kemerahan, bisa juga berupa rasa perih atau terkadang gatal tanpa adanya kelainan kulit.

Iritasi bisa disebabkan mencabut atau mencukur bulu ketiak, penggunaan alat mandi misalnya spons yang kasar, pakaian yang terlalu ketat yang dapat menggesek kulit ketiak.

“Gunakan sabun yang lembut dan hindari menggosok area ketiak terlalu keras. Berikan obat anti iritasi berdasarkan rekomendasi dokter. Penyebab iritasi harus dicari untuk mencegah permasalahan berulang,” ujar dr. Inneke.

Bau badan

Disebabkan adanya keringat berlebihan yang bercampur dengan bakteri di daerah ketiak maka memicu bau badan.

Perawatan tepat untuk mengatasi masalah daerah ketiak dapat dimulai dengan menggunakan deodoran yang mengandung aluminium, sementara untuk mengurangi koloni bakteri, gunakan sabun atau krim anti bakteri.

“Kurangi makanan yang mencetuskan bau menyengat seperti bawang, kari dan merica,” saran dr. Inneke.

Warna ketiak hitam

Hindari atau kurangi frekuensi mencukur atau mencabut bulu ketiak. Kurangi berat badan karena peningkatan indeks massa tubuh menambah gesekan area ketiak sehingga menyebabkan warna hitam.

Sumber: Nova
Halaman 1/2
Tags
Ketiak
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved