Perjuangan Ibu Lalibai Lepas dari Kasta 'Manusia Pembersih Kotoran'

membawa keranjang dan tongkatnya dari rumah ke rumah, mengangkat sampah dari kakus, dan membawanya di luar desa

Tayang:
Editor: Iwan Al Khasni
hrw.org | Digvijay Singh
Lalibai Ibu asal India, sejak usia 2 tahun, dia harus menerima pekerjaan membersihkan kotoran manusia 

Ibu Lalibai, wanita dari kasta terendah di India ini berusaha keluar dari 'kutukan' harus menerima pekerjaan membersihkan kotoran manusia sepanjang hidupnya.

Tiap pagi, dia membawa keranjang dan tongkatnya dari rumah ke rumah, mengangkat sampah dari kakus, dan membawanya di luar desa, tulis Amy Braunschweiger di Hrw.org-Human Right Watch mengawali kisah Lalibai dan kastanya

Dia tentu tak suka melakukan itu, tiap harus harus menemukan sesuatu yang menjijikkan, dan itu membuatnya sakit secara fisik dan psikis.

Lalibai "dibayar" dengan roti, itulah yang terjadi di komunitasnya, sebab dianggap sebagai kasta berpangkat terendah, dia tidak bisa membayangkan ada kehidupan lain.

Pada tahun 2002, Lalibai bertemu para aktivis dari Rashtriya Garima Abhiyan, dia memutuskan untuk berhenti mengumpulkan kotoran. "Saya dibebaskan sendiri,"katanya.

Tapi orang-orang di sekelilingnya tidak melihat seperti itu, lingkunganya kala itu selama berbulan-bulan mendatanginya untuk kembali ke pekerjaannya.

Namun Lalibai kekeh menghadiri pertemuan dengan aktivis, ancaman ancaman dialaminya, termasuk seorang pria kasta tertua yang tinggal di dekatnya akan memperingatkan untuk tidak menantang dia peran kastanya.

"Dia mengejek saya, dan mengatakan kepada saya bahwa jika saya seperti itu, suatu hari aku akan tidak kembali ke rumah," Lalibai menjelaskan.

Lalibai tak memungkiri, adalah yang paling sulit untuk mengubah pikiran orang-orang tertua di desanya.

Selama dekade berikutnya, Lalibai terus berperan dengan aksinya, Dia telah membantu membebaskan 163 perempuan lain dari tugas pemulungan manual kotoran.

"Saya membuat mereka mengerti bagaimana saya meninggalkan pekerjaan, dan saya mengatakan, 'Sekarang Anda juga bisa meninggalkannya."ungkapnya.

Dia membantu mereka untuk melawan tekanan untuk kembali ke pekerjaan mereka, dia mendorong perempuan untuk membentuk kelompok-kelompok pendukung dan berdiri bersama melawan pelecehan apapun.

Pada tahun 2012, Lalibai membantu mengatur pawai dari 10.000 wanita yang telah meninggalkan pekerjaan pemulungan kotoran ke sejumlah daerah di India.

Tujuan mereka, untuk berbagi pesan kebebasan mereka dengan 50.000 orang lain dari kasta mereka dan menunjukkan bahwa adalah mungkin untuk keluar dari membersihkan kotoran.

BACA bagian I : Kisah Ibu Lalibai dan Kaum Pembersih Kotoran Manusia

Kampanye Pawai berakhir di Delhi, ibukota India, di mana wanita mengetuk pintu anggota parlemen.

Perjuangan itu membantu mendorong hukum baru pada 2013 yang memberikan bantuan kepada orang-orang meninggalkan pemulungan manual. (iwe)

Tags
India
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved