Ekspor Gula Semut Kulonprogo Tersendat

Ekspor gula semut sebagai produk unggulan Kulonprogo saat ini tersendat.

Penulis: Yoseph Hary W | Editor: oda

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Ekspor gula semut sebagai produk unggulan Kulonprogo saat ini tersendat.

Pasalnya, perpanjangan sertifikasi dari Belanda yang menjadi syarat verifikasi dan kelayakan produk ternyata tidak kunjung turun.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo, Sri Harmintarti, mengatakan pengajuan perpanjangan sertifikasi sebenarnya sudah dilakukan jauh hari.

Hanya, dalam prosesnya ternyata tim sertifikasi menemukan beberapa kekurangan.

"Ada waktu dua minggu untuk memperbaikinya dan itu sudah kami selesaikan. Sekarang kami menunggu pengiriman atau turunnya sertifikasi dari Belanda," kata Harmin, Rabu (16/9/2015).

Dia berharap sertifikasi akan segera turun pada September atau Oktober ini. Dengan demikian, ekspor produk unggulan tersebut akan kembali lancar.

Harmin menjelaskan, gula semut selama ini terdiri atas dua jenis, yaitu organik dan non organik. Jenis organik dipasarkan secara ekspor, sedangkan yang non organik dijual di dalam negeri.

Untuk pasar ekspor, gula semut yang selama ini dikelola koperasi serba usaha Jatirogo tersebut, menurutnya, tersendat soal sertifikasi.

Kekurangan yang ditemukan tim verifikasi setidaknya berkaitan dengan bahan baku dan lingkungan produksi. Lebih detail, diungkapkan mengenai kebersihan lingkungan pohon kelapa.

"Sempat ada lebih dari 40 temuan. Ini sudah kami benahi agar menjamin mutu dan kebersihan produk," katanya.

Kabid Permodalan Dinkop dan UMKM Kulonprogo, Cahyono Suryanto, mengatakan akibat tersendat ekspor gula semut, produk tersebut mengalami overload di gudang produksi.

Meski demikian, produk gula semut itu dipastikan akan diambil setelah sertifikasi turun. Sementara saat ini petani telah menerima uang muka.

Pengurus KSU Jatirogo, Ngatijo, menyampaikan sertifikasi saat ini dalam proses. Sembari menunggu, petani disarankan memanfaatkan nira bahan gula semut untuk membuat gula batok. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
gula
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved