Bisnis Ritel di Yogyakarta Mulai Bergairah

Memasuki September, bisnis ritel mulai bergariah seiring dengan mulai stabilnya harga yang berimbas pada kenaikan penjualan.

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: oda

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memasuki September, bisnis ritel mulai bergariah seiring dengan mulai stabilnya harga yang berimbas pada kenaikan penjualan.

Hanya saja, beberapa barang impor misalnya elektronik masih terimbas penguatan Dollar sehingga belum mengikuti tren tersebut.

CIty General Manager Carrefour Yogyakarta, Wawan Setya Kurniawan mengungkapkan, memasuki September 2015, sisi penjualan ritel di pihaknya mulai mengalami peningkatan.

Meski tidak secepat daerah lain misalnya Jakarta, namun penjualan perlahan mulai menggeliat.

"Secara umum, kondisi penjualan pada September ini lebih baik dari Agustus. Kalau pada Agustus kan kebutuhan masyarakat cenderung digunakan untuk kebutuhan pendidikan, nah, masuk September ini, tren belanja pun kembali," jelas Wawan kepada Tribun Jogja, Selasa (15/9/2015).

Peningkatan penjualan tersebut, menurut Wawan, bahkan apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, ada pertumbuhan hingga 5 persen.

Hanya saja, pertumbuhan ini baru dihitung memasuki pertengahan September sehingga belum bisa diperhitungkan sebagai gambaran kondisi sebenarnya.

"Kondisinya akan real apabila sudah akhir bulan. Namun kami optimis, tren kenaikan ini akan terus terjadi hingga waktu-waktu berikutnya. Kami optimis kondisi perekonomian bisa semakin membaik," tegasnya.

Sementara itu, ketika disinggung mengenai dampak Dollar pada bisnis ritel, Wawan mengungkapkan, hal tersebut tidak terlalu berdampak signifikan.

Sebab, yang langsung terdampak umumnya produk impor misalnya barang elektronik.

"Secara total (overall) sebenarnya tidak karena vendor barangnya dari lokal. Nah, kalau elektronik kan masih impor, jadi tentu saja terpengaruh," kata dia.

Dari sisi produk, penjualan produk grocery alias barang kebutuhan pokok masih stabil.

Sementara produk fresh atau buah dan sayur mayur segar mulai naik, diikuti dengan produk tekstil dan perabot rumah tangga.

"Yang agak berat memang hanya elektronik. Mau bagaimana lagi, dalam kondisi ini produk impor memang sulit," katanya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Tags
Ritel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved