Luar Biasa! Guru Wanita Asal Swiss Panjat Tebing Maut Setinggi 1.000 Kaki
Hobinya itu jelas berbeda dengan profesinya sehari-hari sebagai pengajar, oleh sebab itu untuk menyalurkan hasratnya dia rela terbang ke Cina.
TRIBUNJOGJA.COM - Ektrem! begitulah kata yang tepat untuk aksi yang dilakukan oleh seorang pemanjat wanita asal Swiss Rahel Schelb.
Dia melakukan panjat tebing 'Kematian' di Tebung wilayah Li Ming, di Provinsi Yunnan, Cina.
Wanita berumur 33 tahun itu selama lebih kurang 25 hari melakukan aksi itu di 60 rute di kawasan itu, mulai dari celah dinding retak setinggi 65ft hingga 100ft.
Aksi menegangkan dirinya juga berhasil diabadikan saat dia terjepit diantara batu raksasa yang tinggi mencapai 1.000 kaki di atas tanah.
Hebatnya, selain dia punya hobi panjat, ternyata Rahel diketahui juga berprofesi sebagai guru.

Hobinya itu jelas berbeda dengan profesinya sehari-hari sebagai pengajar, oleh sebab itu untuk menyalurkan hasratnya dia rela terbang ke Cina.
Menurut dia, di negara asalnya ada banyak retakan tapi sulit didaki sebab terlalu berbahaya.
"Panjat tebing yang kulakukan menggunakan retakan alami yang ada di alam, berbeda dengan panjat umumnyam yang sudah ada rutenya,"katanya dilaporkan en.people.cn, Selasa (1/9/2015).

Tantangannya, langsung beradaptasi di alam, mencocokan ukuran tangan dengan retakan alami.
Pada kondisi tertentu, dia mengaku kesulitan hingga perlu menggunakan sikunya, bahkan harus menggunakan setengah jari untuk bertahan.
Rahel mengungkapkan, Tebing Li Ming adalah satu di antara lokasi terbaik di dunia untuk pendakian retakan.
"Kadang-kadang kami mencapai puncak setelah satu jam berjuang, merasa benar-benar lelah dan dengan celana robek."ujarnya.
Menurut dia, sebagai seorang pendaki tantangan ada diretakan, semakin keras anda melawan, akan mendapatkan keberhasilan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pemanjat-wanita-asal-swiss-rahel-schelb_20150903_163950.jpg)