Sehari Pascakebocoran Gas Chlorin PDAM Klaten, Aktivitas Warga Mulai Normal

Pada instalasi milik PDAM Klaten tersebut juga masih terpasang garis polisi, Jumat (21/8/2015).

Penulis: pdg | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Padhang Pranoto
Tabung gas chloor milik PDAM Klaten bocor. Akibatnya ratusan warga gang Sidomulyo, Tegal Kepatihan RT 3/5, Bareng, Kecamatan Klaten Tengah mengungsi sementara. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Padhang Pranoto

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sehari setelah bocornya tabung gas chlorine di sumur dalam Pamardikarya yang terletak di gang Sidoluhur, Kampung Tegal Kepatihan, Wetan RT 3/5, Kelurahan Bareng, Klaten Tengah, belum nampak aktivitas warga di tempat tersebut. Pada instalasi milik PDAM Klaten tersebut juga masih terpasang garis polisi, Jumat (21/8/2015).

Namun demikian, berdasarkan pantauan Tribun Jogja, warga sekitar sudah mulai beraktivitas sebagaimana biasa. Hal itu dikatakan oleh Ketua RT 3, Sri Mulyono. Menurutnya, kegiatan warga tidak lagi terpengaruh akan insiden yang terjadi pada Kamis (20/8/2015) siang kemarin.

Meskipun demikian, dirinya mencatat ada 23 orang yang mendapatkan perawatan akibat kejadian tersebut. Akan tetapi, semua warga telah pulang ke rumah masing-masing setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Terpisah, Direktur Utama PDAM Klaten mengklaim telah melakukan prosedur yang benara pada penanganan kebocoran tabung chlorine.

"Operator kami telah melakukan tindakan sebahaimana sop yang ditetapkan. Namun demikian, pada kondisi kemarin pada saat mencoba evakuasi, petugas kami tidak dapat mengatasinya," ujarnya.

Setelah itu, pihaknya menggandeng petugas damkar untuk mengevakuasi tabung gas seberat 100 kilogram. seusai proses evakuasi, pihaknya mengklaim keadaan disekitar berlangsung normal kembali.

Meskipun demikian, seorang petugasnya bernama Supriyanto masih dirawat di rumah sakit, hingga kini. Hal itu karena diduga yang bersangkutan terlalu banyak mengirup gas chlorine.

Terkait pemasangan tabung chlorine di instalasi tersebut, dirinya mengaku telah sesuai dengan prosedur yang ada. Hal itu karena pemanfaatan chlorine sebagai penjernih air telah dilakukan dari tahun 1980-an. (*)

Delivery Makanan Jogja? Klik makandiantar.com atau 0274 554 554. Ongkir Gratis !

Sumber: Tribun Jogja
Tags
PDAM
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved