Perda Reklame Disahkan, Nominal Pajak Bisa Berubah

Pemkot Yogyakarta melakukan sosialisasi terkait Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan reklame.

Perda Reklame Disahkan, Nominal Pajak Bisa Berubah
TRIBUN JOGJA/PADHANG PRANOTO
Sebuah papan iklan/reklame di Klaten yang dipasang spanduk pemberitahuan belum membayar pajak, Rabu (18/3/2015).(ilustrasi) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pristiqa Ayun Wirastami

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melakukan sosialisasi terkait Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan reklame. Perda yang baru ini merupakan perbaikan Perda Nomor 8 Tahun 1998 yang juga mengatur penyelenggaraan reklame.

Tugiyarta, Kepala Bidang Pajak Daerah Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan (DPDPK) Kota Yogyakarta mengatakan di Perda tentang penyelenggaraan reklame yang baru, aturan yang dibuat lebih detail.

Mulai dari pengaturan jarak reklame, jenis reklame yang boleh dipasang, hingga lokasi peletakan reklame.

"Dari sisi materi, Perda baru sudah mengatur secara teknis. Sedangkan (Perda) yang dulu masih terlalu makro, sehingga dalam pelaksanaannya masih ada dinamika," kata Tugiyarta, Kamis (20/8/2015).

Dengan adanya aturan baru yang lebih ketat ini, Tugiyarta tak menampik nantinya potensi pajak dari reklame akan berkurang. Sebab jumlah reklame yang saat ini terpasang juga akan berkurang, disesuaikan dengan aturan baru.

Namun, pihaknya masih akan terus membahas mengenai pemasukan pajak dari reklame. Nominal pajak pun kemungkinan besar bisa berubah.

"Jika dilihat dari sisi jumlah titik reklame, pastinya akan berkurang. Potensi pajak juga akan turun, tapi nanti pastinya akan ada perubahan nominal pajak reklame. Ini disesuaikan dengan kondisi sekarang," imbuhnya.

Saat ini, keberadaan reklame di Kota Yogyakarta harus selaras dengan rencana Pemda DIY untuk menata wilayah.

Sehingga izin reklame yang dikeluarkan harus mempertimbangkan aspek keindahan, ketertiban, keamanan, kenyamanan, dan lain-lain.

Halaman
12
Penulis: tiq
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved