Saat Ini, Hiasan Kue dari Fondant Bisa Dikonsumsi Lho

Sebelum ini, fondant hanya pemanis kue saja dan tidak bisa dimakan karena kepadatannya, akan tetapi saat ini fondant dapat dimakan dengan aman.

Penulis: Santo Ari | Editor: oda
tribunjogja/santoari
Steven Ho memamerkan kreasi fondant yang dibentuk baju boneka, Rabu (19/8). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Fondant merupakan salah satu jenis adonan dari gula dan tepung yang mudah dibentuk menjadi semua bentuk model sebagai penambahan dekorasi pada kue.

Sebelum ini, fondant hanya pemanis kue saja dan tidak bisa dimakan karena kepadatannya, akan tetapi saat ini fondant dapat dimakan dengan aman.

Steven Ho (34), penggagas produk Super Fondunt, merupakan pengusaha di Indonesia yang satu-satunya memproduksi adonan yang berbahan baku gula ini.

Ia mulai mengembangkan usahanya dan membangun pabrik di Tanjung Pinang, Riau tahun 2014 silam. Saat ini ia mulai melebarkan sayapnya agar dapat mendistribusikan fondant buatannya ke seluruh wilayah Indonesia.

"Sebelum ini, bahan baku dekorasi kue, yakni fondant di import dari luar negeri. Karena itu saya berpikir perlu pabrik di Indonesia yang memproduksi sendiri dan sesuai karakteristik di Indonesia," ujarnya, rabu (19/8/2015).

Steven menjelaskan fondant yang di buat dari luar negeri tidak cocok dengan karakter Indonesia yang bersuhu lebih panas.

Akibatnya ketika ada orang membuat kue dengan hiasan fondant, maka hasilnya akan lebih keras dan tidak bisa dimakan.

"Fondant sangat berpengaruh dengan suhu, tentu saja fondant yang dibuat di luar negeri, yang bersuhu dingin berbeda dengan yang kami buat dan sesuai suhu di Indonesia," urainya.

Ia kembali menceritakan, dengan hasil karyannya, saat ini kue dapat didekorasi dengan fondant yang tidak keras dan bisa dimakan.

Karena dibuat agar bisa dikonsumsi, maka Steven menilai perlu membuat fondant yang memiliki rasa, maka dipilihlah rasa permen karet yang disukai oleh anak-anak dan rata-rata orang Indonesia.

"Saat ini semua orang dapat memakan hiasan di kue. Karena ini bisa bertahan hingga dua minggu lebih setelah dibentuk menjadi hiasan," terangnya.

Kedepan, Steven akan berusaha melakukan inovasi dengan menciptakan fondant beraneka warna karena yang beredar selama ini hanya berwarna putih saja.

Untuk membuat model, maka adonan perlu dicampur oleh Food grade (pewarna makanan) terlebih dahulu.

"Ingin membuat fondant yang bereneka warna, dan lebih mengenalkan ke masyarakat Indonesia, termasuk di Yogyakarta," tukasnya.

Saat ini ia berusaha memasarkan produknya ke seluruh kota di Indonesia, di mana saat ini baru terseber di Medan, Jakarta, dan Surabaya.

Ia menilai, kesulitan besar dalam memasarkan fondant adalah masyarakat masih menilai adonan ini akan mengeras dan tidak bisa dimakan. (Tribunjogja.com)

Delivery Makanan Jogja? Klik makandiantar.com atau 0274 554 554. Ongkir Gratis !

Sumber: Tribun Jogja
Tags
Kue
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved