Breaking News:

Sengketa Pikades Hanya Dilayani Tiga Hari

Pengaduan sengketa pilkades dibuka selama tiga hari sejak penetapan hasil penghitungan suara dilakukan.

Penulis: ang | Editor: oda
Sengketa Pikades Hanya Dilayani Tiga Hari
Net
Ilustrasi.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pasca dilaksanakan tahapan pemungutan suara, Bagian Pemerintahan Desa Setda Sleman membuka pengaduan sengketa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Pengaduan sengketa pilkades dibuka selama tiga hari sejak penetapan hasil penghitungan suara dilakukan.

Kepala Bagian Pemerintahan Desa Setda Sleman, Mardiyana mengatakan aduan tersebut harus disampaikan langsung oleh calon kepala desa yang bersangkutan.

Aduan keberatan hasil pilkades tersebut disampaikan kepada bupati hingga Rabu (12/8/2015).

"Dalam hal ini diserahkan kepada Pj Bupati karena masa jabatan bupati definitif sudah habis. Aduan disampaikan selambat-lambatnya tiga hari setelah penetapan hasil pemungutan suara," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/8/2015).

Menurutnya setelah pengaduan tersebut disampaikan oleh calon kades yang keberatan, aduan tersebut akan diproses dan menunggu jawaban bupati. Paling lama jawaban tersebut diberikan 30 hari setelah aduan masuk.

"Dalam memfasilitasi aduan sengketa hasil pilkades, kami mengacu peraturan yang berlaku, yakni Perda Nomor 5 Tahun 2015," paparnya.

Selanjutnya apabila tidak ada aduan, kades terpilih akan ditetapkan dan dilantik pada 15 September mendatang. "Namun apabila ada aduan, maka keputusan penetapan dan pelantikan akan disesuaikan dengan selesainya sengketa," katanya.

Dalam pilkades serentak tahap pertama, hanya 17 calon petahana dari 32 calon yang kembali menduduki jabatan kades. Sedangkan 15 calon lainnya harus rela digantikan oleh kades baru.

Sementara itu, Camat Kalasan, Samsul Bahri mengatakan penyelenggaraan pilkades di wilayahnya berlangsung konfusif. Meski terdapat desa dengan selisih hasil perolehan suara yang tipis.

"Di Desa Selomartani, selisih antara calonnpemenang dengan calon lainnya hanya 15 suara. Namun sejauh ini kami belum menerima laporan sengketa," katanya.

Adapun tingkat partisipasi warga Kalasan dalam pilkades serentak kali ini mencapai 88 persen. Samsul berharap pada pilkades tahap selanjutnya tingkat partisipasi masyarakat akan semakin meningkat.

"Tingkat partisipasinya sudah tinggi, tinggal ditingkatkan untuk tahap selanjutnya," ujarnya. (Tribunjogja.com)

Tags
pilkades
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved