Gurihnya Brongkos Handayani di Yogya
Brongkos kalau dilihat sekilas mirip dengan nasi rawon khas Jawa Timur. Bedanya, kuah brongkos bersantan sehingga teksturnya kental.
Penulis: Hamim Thohari | Editor: oda
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Hamim Thohari
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Letaknya berada di sebelah selatan Alun-Alun Selatan Yogyakarta, tempatnya tidak terlalu besar dan sederhana, tetapi warung makan tersebut selalu ramai didatangi pembeli.
Warung makan sederhana yang berdiri sejak tahun 1975 tersebut bernama Handayani. Brongkos adalah salah satu menu andalannya yang mampu menarik pembeli untuk selalu kembali ke warung makan Handayani.
Warung makan ini tepat berada di sebelah selatan Alun-Alun Utara Selatan, sebelum plengkung Gading. Tepatnya berada di jalan Gading no.2 Yogyakarta.
Brongkos kalau dilihat sekilas mirip dengan nasi rawon khas Jawa Timur. Bedanya, kuah brongkos bersantan sehingga teksturnya kental dan warnanya kecoklatan. Di warung makan tersebut ada dua pilihan brongkos, yakni brongkos koyor dan brongkos telur.

Brongkos Telur, Pecel, dan Es Campur di Warung Handayani. (tribunjogja/hamimthohari)
Tri Suparmi (52) pemilik warung makan Handayani menyatakan, beberapa bumbu yang digunakan untuk memasak brongkos adalah kluwak, bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, cabe, daun salam, lengkuas, sereh, dan daun jeruk.
Rempah kluwak yang dipakai akan membuat warna sayur brongkos ini hitam kecoklatan.
"Untuk isi, sayur brongkosnya terdiri dari kacang tolo dan tahu. Dulu saat awalnya ada juga kulit mlinjo, tetapi saat ini banyak yang tidak berani makan kulit mlinjo, jadi saya hilangi," ujarnya.
Rasa dari sayur brongkos ini sangat gurih, karena menggunakan santan, tidak hanya itu, rasa gurih juga dihasilkan dari kaldu sapi yang digunakan untuk memasak brongkos.
Jika anda memesan satu porsi bronkos koyor, anda akan mendapatkan satu mangkuk brongkos yang isinya dipenuhi daging sapi dan koyor atau gajih sapi beserta satu piring nasi.
Sedang untuk brongkos telur, sayur brongkoslangsung disajikan bersama nasi.
Diceritakan Suparmi, warung Handayani bermula dari usaha berjualan es campur keliling yang dilakukan oleh ayahnya yang bernama Adiyo Utomo pada tahun 60-an.
"Awal mula bapak saya dan ibu berjualan es campur, dengan cara berkeliling, dan sempat berjualan menetap di daerah Ngadisuryan. Akhirnya pada tahun 1975 pindah ke sini," ujarnya.

Warung Handayani. (tribunjogja/hamimthohari)
Karena telah berjualan secara menetap, akhirnya kedua orant tua Tri Suparmi memutuskan untuk sekalian berjualan makanan.
Pecel dan soto adalah jenis makanan yang pertama kali dijual di Handayani, setelah tempat makan tersebut berjalan tiga tahun barulah ditambah dengan menu brongkos.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/brongkos-telur-handayani_20150808_142341.jpg)