Warga Tuksono Dapat Bantuan Air Bersih

Sumur yang digali sedalam lebih kurang 30 meter tersebut tidak mengeluarkan air sedikit pun

Penulis: Yoseph Hary W | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Yoseph Hary W
Warga Tuksono Sentolo mengantre air bersih bantuan Polsek Sentolo, Jumat (7/8/2015). Sudah sekitar sebulan warga mengalami kesulitan air bersih karena kekeringan akibat musim kemarau. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNJOGJA.COM,KULONPROGO - Sudah sebulan terakhir sebagian warga di wilayah perbukitan di Sentolo dan Lendah mengalami kesulitan air bersih akibat kekeringan di musim kemarau. Kewalahan jika harus membeli air bersih, warga Dusun Wonobroto Desa Tuksono Sentolo sempat berinisiatif membuat sumur lebih dalam dari biasanya.

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Sumur baru yang diharapkan dapat mencukupi kebutuhan air bersih sehari-hari ternyata tetap kering. Sumur yang digali sedalam lebih kurang 30 meter tersebut tidak mengeluarkan air sedikit pun. Warga pun tetap kekeringan.

Warga Dusun Wonobroto, Sumilah (55), mengatakan kekeringan telah berlangsung lebih kurang sebulan terakhir. Sebab itu warga bersama-sama membuat sumur.

"Tapi ternyata musim kemarau ini membuat sumur tidak mengeluarkan air. Padahal menggalinya sudah sampai 30 meter," katanya di sela-sela menerima bantuan air bersih di wilayahnya, Jumat (7/8/2015).

Pagi itu Sumilah bersama ratusan warga lainnya mengantre cukup lama untuk mendapatkan air bersih bantuan dari Polsek Sentolo. Datangnya bantuan itu membuatnya lega. Pasalnya, sebelumnya warga dua dusun di Sentolo hingga sebagian wilayah Lendah benar-benar kesulitan air bersih.

Tidak hanya untuk konsumsi sehari-hari, warga tersebut juga kesulitan air untuk menggarap lahannya. Jangankan menanam padi, berusaha menanam palawija pun warga tidak bisa karena tidak ada air.

"Saking sulitnya kami pernah membeli air Rp 130 ribu per tangki. Tapi hanya cukup untuk sebulan untuk sekeluarga," ujarnya. Sumilah juga merasa prihatin sekaligus berharap jaringan air PDAM akan segera sampai wilayahnya.

Di antara ratusan warga yang mengantre air bantuan itu, warga lainnya dari Dusun Paten Tuksono, Rugiyem (50), juga mengatakan hal serupa. Setelah sebulan bergulat dengan susah payah mencari air bersih, akhirnya bantuan air datang. "Baru sekali ini bantuan air datang. Kami lega," tuturnya.

Sedikit berbeda dari Sumilah, Rugiyem mengatakan warga di Dusun Paten sebelumnya harus menempuh jarak satu kilometer untuk mengambil air di belik atau sumber air wilayah itu. Namun sumber air tersebut kini menipis sehingga air bersih semakin sulit diperoleh.

"Senang akhirnya ada bantuan. Ini saya bawa tiga jerigen paling cukup untuk dua hari," lanjutnya.

Kapolsek Sentolo, Kompol Slamet, mengatakan bantuan air dari polsek kira-kira 6.000 liter untuk 125 keluarga. Menurutnya, air itu disalurkan dari sumber air di Salamrejo. Dia pun mengirimkan 20 personelnya untuk membantu dropping air tersebut. "Nanti kami lihat kondisi lagi apa akan dropping lagi atau tidak," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
air
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved