Waspada Lukisan Palsu di Indonesia
Kasus-kasus lukisan palsu di Indonesia yang sempat menjadi sorotan diantaranya adalah kasus DKJ, dan ada kasus museum kolektor di Magelang.
Penulis: khr | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Khaerur Reza
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemalsuan lukisan dengan mengatasnamakan lukisan seseorang sebagai karya pelukis legendaris seperti Sudjojono, Hendra Gunawan, Affandi dan lainnya sebenarnya bukanlah barang baru.
Di Eropa praktek ini sudah berjalan begitu lama, sementara di Indonesia juga sudah banyak kasus yang mulai terangkat setidaknya dalam sepuluh tahun terakhir.
Kasus-kasus lukisan palsu di Indonesia yang sempat menjadi sorotan diantaranya adalah kasus DKJ, ada kasus museum kolektor di Magelang, ada kasus Gunarsa, ada kasus koleksi Bank Indonesia, kini ada kasus buku Hendra Gunawan, dan banyak kasus lagi yang tidak terungkap.
Karena angka kasus yang masih cukup tinggi itulah makanya dibutuhkan pengetahuan yang cukup, agar para kolektor dan masyarakat luas tidak lagi tertipu, dengan lukisan palsu dengan mengurainya dari perspektif akademik maupun kultural.
Jean Couteau seorang kritikus senirupa asal Prancis menilai pemalsuan lukisan yang terjadi beberapa waktu belakangan di Indonesia dan berbagai belahan dunia lain sangat berbahaya bagi keberlanjutan seni rupa.
Kolektor dirasa mungkin tak menyadari bahwa banyak koleksi lukisan yang sebenarnya bukanlah karya seniman yang sebenarnya.
"Itu akan sangat berbahaya bagi pasar lukisan di mana lukisan asli yang dibuat para pelukis akan dirusak dengan lukisan-lukisan palsu yang dihargai jauh lebih murah. Di satu sisi ini sangat merugikan seniman sementara di sisi lain tentu saja merugikan kolektornya," ungkapnya, saat mengisi acara Bedah Buku dan Disuksi Jejak Lukisan Palsu di Indonesia, di Jogja Galery, Jalan Pekapalan Alun Alun Utara Yogyakarta ,Selasa (5/8/2015).
Karenanya pengetahuan dan kehatu-hatian dalam membeli sebuah karya lukis perlu menjadi pertimbangan untuk kolektor dan masyarakat luas.
Budi Setiadharma, Ketua Perkumpulan Pecinta Seniripa Indonesia menambahkan pemalsuan suatu lukisan dan mengakuinya sebagai karya pelukis lain membawa dampak negatif tidak hanya bagi para pekerja seni terkait tapi juga mengecoh dan memanipulasi masyarakat.
"Hal ini menyebabkan dunia seni rupa indonesia tidak bisa perform di dunia internasional, ini juga mempengaruhi sejarah dan akademis indonesia karena fakta yg ada bisa menjadi bias dengan penyelewengan yg ada," tambahnya.
Sehingga penting sekali memberikan edukasi kepada masyarakat agar jaringan lukisan palsu tersebut dapat dihentikan. (Tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/lukisan-palsu_20150806_102215.jpg)