Pilkada Sleman
Ini Klasifikasi Daerah Rawan pada Pilkades Sleman
Kabupaten Sleman akan melaksanakan pemilihan kepala desa (pilkades) yang digelar serentak, Minggu 9 Agustus mendatang
Penulis: Santo Ari | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kabupaten Sleman akan melaksanakan pemilihan kepala desa (pilkades) yang digelar serentak, Minggu 9 Agustus mendatang.
Terkait hal tersebut, polisi mewaspadai daerah-daerah yang masuk dalam kategori rawan konflik antarpendukung.
Menurut Kapolres Sleman, AKBP Faried Zulkarnaen, ada kriteria kawasan dinilai rawan konflik, yakni daerah yang hanya memiliki dua calon kepala desa dan wilayah yang memang kerap terjadi tawuran antarwarga.
Faried membeberkan, ada beberapa desa yang masuk dalam kategori rawan konflik, yakni desa yang berada di Kecamatan Gamping, Godean, Mlati, Sleman dan Tempel.
"Itu yang menjadi prioritas pengamanan. Kami sudah menyiagakan personel termasuk back up dari Polda (DIY) yang siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan," terang Faried, Kamis (6/8/2015).
Lebih lanjut dijelaskannya, Desa Sendangadi Kecamatan Mlati, termasuk dalam prioritas pengamanan lantaran calon kepala desanya merupakan suami dari bakal calon wakil bupati.
Selain Sendangadi, desa lain yang mendapatkan prioritas pengamanan adalah Desa Margorejo yang ada di Kecamatan Tempel.
Selengkapnya simak di halaman 6 Tribun Jogja edisi Jumat (7/8/2015). (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-pilkada-pemilihan-umum-kotak-suara-surat-suara_20150406_145126.jpg)