Flash Mob Ibu-ibu Menyusui Eksklusif

perempuan Cina diketahui banyak menjadi pekerja dan sebagian dari mereka ada yang sedang menyusui bayi mereka.

Editor: Iwan Al Khasni
CNS | Tang Junyi
Sebanyak 80 Ibu-ibu dari Cina dan Seluruh Dunia Menggelar Flash Mob Menyusuai di Tower Jinmao,Shanghai (1/4/2015) 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebanyak 80 ibu ibu menyusui dari Cina dan dunia mengikuti acara flash Mob menyusui di Tower, Jinmao, Shanghai, mereka menyerukan agar publik mendukung gerakan menyusui eksklusif untuk bayinya.

Dilaporkan en.people.cn, perempuan Cina diketahui banyak menjadi pekerja dan sebagian dari mereka ada yang sedang menyusui bayi mereka.

Oleh sebab itu pada perayaan Pekan ASI Sedunia, UNICEF kepada menyerukan ayah, keluarga, petugas kesehatan, pengusaha, serikat pekerja dan masyarakat luas untuk berbuat lebih banyak untuk ibu pekerja menyusui.

Pekan ASI Sedunia tahun ini, adalah acara tahunan yang berlangsung tiap 01-07 Agustus, bertujuan untuk mempromosikan kekuatan menyusui untuk membantu anak-anak bertahan hidup dan berkembang, sekaligus agar bisa menyusui di tempat kerja.

Di seluruh dunia, hanya 38 persen anak-anak di bawah enam bulan mendapatkan ASI eksklusif dan di Cina bahkan lebih rendah di 28 persen.

Tarif ASI eksklusif turun secara signifikan setelah tiga bulan, untuk mendorong terciptanya budaya menyusui dan upaya membalikkan tren turun.

UNICEF mendukung pemerintah Cina dalam upaya menuju memobilisasi semua sektor masyarakat termasuk pengusaha, serikat pekerja, organisasi perempuan dan sistem kesehatan untuk menumbuhkan mendukung lingkungan Hidup.

Berdasarkan bukti ilmiah terkait dengan manfaat seumur hidup menyusui, UNICEF dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan.


CNS | Tang Junyi

Dimulai setelah lahir, dan setelah itu terus menyusui, dilengkapi dengan gizi cukup setidaknya hingga satu setengah tahun.

"Kami tahu salah satu investasi awal yang paling penting keluarga dapat membuat dalam kehidupan seorang anak untuk membantu ibu menyusui bayi mereka." kata Tim Sutton, Perwakilan dari UNICEF.

Sayangnya, banyak ibu yang bekerja kurang dan lingkungan yang mendukung, termasuk ruang, dan waktu, yang dapat membatasi kemampuan seorang ibu untuk menyusui atau mengungkapkan (pompa) susu setelah mereka kembali bekerja, "kata Tim Sutton,

Untuk itu penting membuat lingkungan yang memungkinkan ibu bekerja untuk melakukan pekerjaan mereka, untuk menyusui atau menyiapkan susu buat anak mereka. (*)

Tags
menyusui
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved