Pedagang Pasar Bandongan Masih Berdagang di Pasar Penampungan

Awal tahun 2016 mendatang pasar sudah bisa dipakai dan ditempati.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Agung Ismiyanto
Sejumlah pedagang nampak mengais puing-puing dagangan di bekas pasar Kaliangkrik yabg terbakar, Selasa (23/6/2015) dini hari. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral (DPUESDM) Kabupaten Magelang menargetkan pembangunan pasar Bandongan yang ludes terbakar tahun 2012 silam bisa selesai akhir tahun ini. Sehingga, awal tahun 2016 mendatang pasar sudah bisa dipakai dan ditempati.

Hingga awal 2015, ternyata pasar baru belum siap dioperasikan. Kondisi itu memaksa para pedagang korban kebakaran harus bertahan lebih lama lagi di pasar penampungan yang dibangun di Timur Pasar Desa Bandongan.

Kepala DPUESDM, Sutarno, mengatakan, untuk pembangunan pasar Bandongan tahap ketiga ini, sudah mulai dilaksanakan sejak pertengahan bulan Juli lalu. Pemenang lelang pekerjaan senilai Rp 629.622.000 itu fokus dalam pekerjaan pemasangan keramik dan halaman.

“Target kami memang tahun 2016 sudah bisa dipakai,” ujarnya.

Pihaknya juga masih akan mengusulkan pembangunan tambahan untuk gedung Pasar Bandongan yang baru. Yakni dinding pemisah antar bangunan pasar dan pemukiman warga di sisi Selatan dan Timur.

Dia menjelaskan, pada pembangunan sebelumnya, dinding belum termasuk dalam pekerjaan yang didanai. Padahal, menurutnya, dinding tersebut sangat penting untuk keamanan dan kenyamanan, baik pedagang maupun pembeli.

"Sekarang masih belum ada dinding. Nanti akan kami usulkan di anggaran perubahan," katanya tanpa menyebut besaran usulan untuk dinding tersebut.

Seperti yang diketahui, Pemkab Magelang membangun gedung baru pengganti Pasar Bandongan yang terbakar pertengahan 2012 silam. Pekerjaan dimulai dua tahun lalu dengan dana Rp10 miliar dari APBD 2013.

Dilanjutkan tahap kedua dengan dana APBD 2014 senilai Rp3,7 miliar. Di lahan seluas 2.464 meter persegi itu dibangun kios dan los untuk 326 pedagang yang mengantongi izin. Terdiri 84 kios dan lapak berukuran 3 x 3,5 meter dan 3 x 4 meter di lantai satu, serta 173 lainnya ditempatkan di lantai atas.

Konstruksi bangunan baru dibuat dengan konsep pasar tradisional, diarahkan untuk memberdayakan potensi lokal. Bagian basement (lantai dasar) akan diungsikan untuk area parkir dilengkapi hydrant umum, drainase serta instalasi air dan listrik. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
pasar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved