Kebijakan Lima Hari Sekolah di Jawa Tengah Mulai Mendapat Kritikan

Guru dan orangtua siswa menyatakan tidak sepakat (kebijakan sekolah lima hari)

Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Agung Ismiyanto
Sejumlah siswa SMA 1 Kota Mungkid pulang sekolah pada hari pertama masuk program lima hari sekolah, Senin (27/7/2015). 

TRIBUNJOGJA.COM - Kebijakan Gubernur Jawa Tengah terkait uji coba lima hari sekolah menuai kritik dari berbagai kalangan. Salah satunya dari anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah, Achsin Ma'ruf. Menurut dia, saat kunjungan reses ke Kabupaten Kendal, Kota Semarang, dan Kabupaten Semarang baru-baru ini, seluruh masyarakat dan guru menyatakan tidak sepakat.

"Guru dan orangtua siswa menyatakan tidak sepakat (kebijakan sekolah lima hari)," kata Achsin, Jumat (31/7/2015).

Menurut Achsin, sejumlah alasan yang dilontarkan dari kalangan akademik adalah kekhawatiran akan kemampuan serta daya tangkap siswa apabila menerima pelajaran akan berkurang lantaran terlalu lama di sekolah.

"Belajar hingga pukul 13.30 saja siswa sudah jenuh, apalagi sampai pukul 15.30 kemudian ditambah lagi ekstrakurikuler. Belum lagi fasilitas pendukung seperti tempat ibadah dan kantin, banyak yang tidak seimbang dengan jumlah siswa," ujar ketua DPC PAN Kabupaten Semarang ini.

Sementara itu, orangtua siswa keberatan karena belum siapnya transportasi yang ada. Sebagai contoh, kata Achsin, siswa dari SMA 1 Ungaran belum tentu berasal dari Ungaran namun ada juga penglaju dari kecamatan lain, seperti Bandungan, Ambarawa, dan Pabelan.

Soal alasan gubernur yang mendasari terkait penerapan lima hari sekolah agar ada waktu berkumpul bersama keluarga bukanlah alasan yang tepat. Sebab tidak jarang ada orang tua yang bekerja di pabrik maupun perusahaan swasta lain sehingga ketika hari Sabtu belum tentu ada di rumah.

"Saya pun mendesak Gubernur untuk mengevaluasi kebijakan tadi. Ternyata setelah diterapkan, situasi dan kondisi di lapangan jauh berbeda," pungkasnya. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved