Pilkada Bantul

Suharsono-Halim Tantang Ida-Munir di Pilkada Bantul

Pasangan Suharsono-Halim akan menantang pasangan petahana Sri Surya Widati (Ida) dan Misbakhul Munir, telah mendaftar pada hari pertama

Penulis: apr | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Anas Apriyadi
Pasangan Suharsono-Halim akan menantang pasangan petahana Sri Surya Widati (Ida) dan Misbakhul Munir, telah mendaftar pada hari pertama. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Kekhawatiran bakal tertundanya Pilkada Bantul jika hanya ada satu pasangan calon yang mendaftar nampaknya telah tertepis dengan didaftarkannya pasangan Suharsono dan Abdul Halim Muslih sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati pada hari terakhir masa pendaftaran calon kepala daerah di Kantor KPU Bantul, Selasa (28/7/2015).

Pasangan Suharsono-Halim akan menantang pasangan petahana Sri Surya Widati (Ida) dan Misbakhul Munir, telah mendaftar pada hari pertama Minggu (26/7/2015).

Suharsono yang purnawirawan perwira polisi berpasangan dengan Halim yang merupakan Ketua DPC PKB Bantul dicalonkan secara resmi oleh Partai Gerindra dan PKB.

Selain dua partai yang secara resmi mendaftarkan pasangan tersebut, Ketua DPD Partai Gerindra DIY, RM Noeryanto yang ikut mengantar pendaftaran pasangan tersebut menyebut PKS dan Partai Demokrat juga secara telah secara resmi menyampaikan dukungannya.

“Yang sudah pasti PKS, terus Demokrat,” tuturnya.

Hal tersebut dibenarkan Ketua DPC Partai Demokat Bantul, Nur Rahmad yang juga menghadiri pendaftaran pasangan Suharsono-Halim.

Menurutnya, Demokrat hadir sebagai partai pendukung, bukan partai pengusung, sehingga tidak membutuhkan surat rekomendasi dari DPP.

“Kita diberi kewenangan seluas-luasnya, dalam hajatan pilkada serentak pilihan dukungan diserahkan ke DPC masing-masing,” ujarnya.

Ketua DPD PKS Bantul, Jupriyanto yang juga ikut mengantar proses pendaftaran di Kanotr KPU Bantul menegaskan PKS merupakan partai pengusung pasangan Suharsono-Halim.

“Kita pengusung, karena kita ada surat rekomendasi dari DPP,” terangnya.

Meski begitu, menurutnya PKS dalam pendaftaran tersebut tidak ikut menyerahkan berkas pendaftaran disebabkan persoalan administrasi dimana kepastian PKS baru datang jelang pendaftaran.

“Karena proses itu berjalan cukup cepat di akhir, karena keinginan perubahan hanya tertampung di sini, akhirnya (rekomendasi) baru keluar pagi hari ini, mungkin besok pagi kita tandatangan,” ujarnya.

Terkait sikap PKS yang sebelumnya menggembar-gemborkan strategi Koalisi Merah Putih di Bantul menunda Pilkada hingga 2017 untuk memunculkan calon yang bisa menyaingi incumbent, Jupriyanto menganggap dinamika yang ada membuat kalkulasi politik berubah sehingga PKS memutuskan mendukung pasangan Suharsono-Halim.

“Keinginan besar menunda, sehingga ada kesempatan yang lebih terbuka dan persaingannya lebih fair ketika memang pilkada 2017, keinginan KMP sebelumnya seperti itu,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Tags
Pilkada
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved