Dispenser SPBU di Wates Disegel
Satu dari dua dispenser Bahan Bakar Minyak (BBM) premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Wates dalam kondisi disegel.
Penulis: Yoseph Hary W | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Satu dari dua dispenser Bahan Bakar Minyak (BBM) premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Wates dalam kondisi disegel. Praktis, antrean konsumen pembeli BBM premium kini lebih panjang karena hanya dilayani dengan satu dispenser.
Jika tidak ingin mengantre panjang dan lama, konsumen harus membeli pertamax yang antreannya lebih pendek. Meski demikian, tidak banyak yang memilih membeli pertamax karena harganya lebih mahal.
Direktur PD Aneka Usaha Kulonprogo, Fitroh Nur Wijoyo Legowo, sebagai perusahaan yang mengelola SPBU tersebut, mengatakan penyegelan sesuai kesepakatan dengan Pertamina.
Menurutnya, hampir semua SPBU di Kulonprogo setidaknya satu dispensernya disegel.
"Tujuannya untuk menambah atau mengoptimalkan konsumsi pertamax," katanya, Rabu (8/7/2015).
Sesuai kesepakatan, disebutkan, Pertamina menambah stok pertamax dan mengurangi stok premium. Dengan demikian, diharapkan konsumen premium akan beralih ke pertamax.
Hal itu karena sejak harga pertamax menjadi Rp 9.400 per liter, masyarakat cenderung memilih menggunakan BBM bersubsidi.
Sebab itu, kebijakan tersebut diterapkan agar penggunaan pertamax kembali meningkat atau seimbang dengan pengguna premium.
Penyegelan itu pun telah dilakukan sejak awal Juli. Meski demikian, Fitroh mengaku tidak mengetahui sampai kapan penyegelan itu dilakukan.
Sebagai dampak tidak difungsikannya satu dispenser premium tersebut, antrean pembeli pun menjadi lebih panjang dari biasanya. Pasalnya, masyarakat hanya bisa mengantre pada satu dispenser premium.
Mereka yang tidak betah mengantre panjang pun akhirnya memilih pindah dispenser pertamax agar dapat dilayani lebih cepat.
Namun kebanyakan pembeli nampaknya memilih bertahan demi premium yang harganya lebih murah meski harus menunggu lama.
Warga Bendungan, Destasia (17), ditemui di lokasi mengatakan tetap memilih mengantre panjang demi premium meski harus menunggu lama. Pasalnya, untuk membeli pertamax, menurutnya, terlalu mahal.
"Kalau saya kan pelajar, jadi uang tidak cukup untuk isi pertamax. Terpaksa antre panjang beli premium," ujarnya.
Senada diungkapkan warga Wates, Sutejo (60). Pria ini mengatakan terpaksa harus ikut dalam antrean panjang demi membeli premium. Dia menyayangkan kebijakan pemerintah dengan cara tersebut.
"Inginnya ya tidak perlu ada antrean panjang dan bisa dapet bensin murah," katanya. (Tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sidak-tera_20150702_115026.jpg)