Inilah Kanaba, Mesin Laundry dan Pengering Asli Ciptaan Pemuda Bantul

Sekelompok pemuda desa Padangan, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, DIY, membuat mesin laundri dan mesin pengering cucian yang murah

Tayang:
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/RENDIKA FERI KURNIAWAN
Ashari memamerkan karya mesin laundri dan mesin pengering cucian buatan pemuda-pemuda salah satu kampung di Bantul, di Bengkel Tekniknya, Minggu (28/6/2015) lalu. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri Kurniawan

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bisnis laundry dewasa ini terbilang semakin menjamur di wilayah Yogya dan sekitarbta, mulai bisnis laundri taraf rumahan sampai laundri skala perusahaan.

Bagi pengusaha laundri dengan modal yang besar, rasanya tak mengalami masalah berarti untuk pengadaan alat seperti mesin cuci ataupun mesin pengering cucian.

Namun, untuk pengusaha laundry kecil-kecilan, alat-alat tersebut tak selalu ada, karena harganya yang mahal dan kurang terjangkau, dengan alasan utama modal yang tak mencukupi. Akibatnya, laundri kecil-kecilan ini kalah saing dan semakin tertinggal.

Berbekal keprihatinan tersebut, sekelompok pemuda desa Padangan, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, DIY, membuat mesin laundri dan mesin pengering cucian yang murah, namun tak kalah dibanding mesin impor.

Pada awalnya, Ashari, warga Piyungan, yang juga seorang pengusaha bengkel teknik menginisiasi proyek pembuatan mesin-mesin ini,merasa prihatin karena banyak dari pemuda-pemuda di desanya yang susah mencari pekerjaan, lantaran pendidikan yang tak mencukupi syarat.

Lantas kemudian, ia membentuk pelatihan teknik untuk warga-warga di kampungnya,khususnya pemuda-pemuda kampung.

Tanpa syarat yang khusus, tanpa dipungut biaya pelatihan, selama 6 bulan dilatih untuk bisa merancang segala macam mesin, termasuk mesin laundri.

Dengan mengerahkan tenaga-tenaga lulusan pelatihan yang kebanyakan lulusan SMP dan SMA, bahkan SD, dan dengan modal seadanya serta SDM yang terbatas ini mesin laundri dan mesin pengering dapat tercipta

Uboyo, salah seorang warga kampung yang turut membuat mesin, awalnya mengaku kesusahan dalam merancang mesin.

Setelah beberapa kali percobaan, dan banyak sekali kegagalan, akhirnya mesin tersebut dapat tercipta.

"Awalnya sering gagal, namun kami tak patah arang dan terus mencoba, akhirnya jadilah mesin ini. Yang tadinya sulit menjadi mudah sekarang," ujar Uboyo.

Satu mesin laundri ataupun mesin pengering membutuhkan waktu sekitar dua minggu lama pembuatan, dari proses persiapan bahan, perancangan, perakitan, sampai finishing, semua dikerjakan kurang lebih oleh 7 orang.

Mesin laundri dan pengering ini diklaim tidak kalah saing dengan daya mesin impor. Harganya pun terjangkau, lebih murah sekitar 30% dari mesin impor.

Bahan-bahan yang digunakan pun diambil dari dalam negeri. Tenaga pembuat pun juga berasal dari negeri sendiri.

"Bisa jadi ini mesin laundri dan mesin pengering yang pertama dibuat oleh tangan-tangan Indonesia, siapa sangka dari kita yang tak tahu apa-apa, bisa membuat produk karya sendiri, pastilah bangga," ujar Uboyo.

Baru saja dirilis awal 2015 ini, mesin-mesin laundri dan pengering ini pun telah dipesan di berbagai penjuru tanah air, seperti aceh, sumatra, kalimantan dan lainnya.

Mesin ini pun memenuhi standar nasional Indonesia dan sedang proses persetujuan di Badan Standarisasi Nasional (BSN).

"Bukan hanya soal harga, mesin yang diberi merk KaNaBa (karya anak Bantul) ini tak hanya SNI saja, namun sudah termasuk kualitas ekspor. Mesin ini sudah banyak dipesan di pasaran nasional, seperti Aceh, Sumatra dan Kalimantan. Taget kami tembus pasar ekspor," ujar Ashari.

Ashari berharap produk yang dibuat olehnya dan warga kampungnya mampu menembus pasaran ekspor. Ia mengklaim mesin laundri dan pengering cucian ini pertama buatan anak bangsa. Ia juga berharap dengan adanya mesin laundri dan pengering cucian ini dapat mendorong bisnis laundry yang tadinya kecil menjadi semakin berkembang.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
laundry
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved