Saksi: Petugas Bank Ambil Barang Bukti Di TKP sebelum Polisi Datang

Ada seorang laki-laki yang mengaku sebagai petugas bank, dan mengambil potongan tatah yang ditemukan di tkp.

Penulis: akb | Editor: oda
tribun jogja/jihad akbar
Polisi melakukan olah TKP di lokasi pembobolan ATM. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Jihad Akbar

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Terjadi aksi pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM) milik salah satu bank swasta yang terletak di Jalan Letjen Suprapto, Notoyudan, Gedongtengen, Yogya, Senin (29/6/2015).

CCTV pada bilik anjungan tunai mandiri (ATM) yang menjadi korban upaya percobaan pembobolan belum dapat dilihat.

Selain itu, dari keterangan saksi didapati bahwa sebelum Polisi datang ke TKP, ada seorang laki-laki yang mengaku sebagai petugas bank, dan mengambil potongan tatah yang ditemukan di tkp dan diduga merupakan alat pencongkel yang digunakan pelaku.

 Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas bank, didapati bahwa terjadi penarikan tunai terakhir pada pukul 05.57 WIB di mesin ATM milik salah satu bank swasta tersebut.

Disampaikan Kapolsek Gedongtengen, Kompol Agus Setyabudi, dari hasil pengecekan yang dialakukan oleh petugas bank, penarikan uang tunai terakhir di mesin ATM tersebut berjumlah Rp 300.000.

"Brangkas uang belum sempat terbuka. Ada kemungkinan upaya pembobolan tersebut terjadi pada jam-jam setelah penarikan terakhir itu," ujarnya.

[baca: Sebuah ATM di Yogya Dibobol]

Agus menerangkan, pihaknya belum bisa memberikan simpulan pelaku aksi upaya pembobolan ATM tersebut karena masih menunggu hasil penyidikan dan hasil rekaman cctv.

Menurut keterangan yang diberikan saksi, Kardin alias Aladin (81), seorang juru parkir yang setiap hari bertugas di area tkp, dirinya menemukan pintu mesin ATM tersebut dalam keadaan terbuka sekitar pukul 09.30 WIB.

Kardin menemukan pintu mesin ATM dalam keadaan terbuka saat dirinya hendakl mulai bertugas menjaga parkir di area tersebut.

"Malamnya (Minggu, 27/6) sekitar pukul 22.00, sewaktu saya selesai jaga parkir, masih aman," ungkapnya.

Saat melihat-lihat ke dalam bilik ATM, dirinya melihat sebuah patahan dari tatah yang diduga merupakan alat yang digunakan oleh pelaku untuk mencongkel pintu mesin ATM.

Selanjutnya, tidak berselang lama datang seorang pria yang mengaku sebagai bank dari ATM tersebut. Kardin mengungkapkan, pria tersebut mengaku kepadanya mau mengecek keadaan mesin ATM.

Saat memasuki bilik ATM, pria tersebut mematikan saklar listrik yang berada di balik pintu bilik ATM. Tidak hanya itu, patahan tatah yang ditemukan oleh Kardin di dalam bilik ATM diminta oleh pria berbaju putih rapi tersebut.

"Kemudian orang itu pergi, katanya patahan tatah itu mau buat laporan ke Bank-nya. Saya langsung melapor ke pak RW," ungkapnya.

Kemudian, laporan tentang kejadian tersebut, diteruskan oleh warga Polsek Gedongtengen. (Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved