Serba Serbi Ramadan
Masjid Keraton Soko Tunggal, Masjid Unik Hanya Punya Satu Tiang
Sesuai namanya, masjid ini memiliki keunikan yakni hanya memiliki satu buah soko guru (tiang penyangga utama)
Penulis: Hamim Thohari | Editor: Ikrob Didik Irawan
Soko guru yang digunakan adalah kayu jati yang berukuran 50 cm x 50 cm yang didatangkan dari daerah Cepu. Saat ditebang, umur kayu jati tersebut telah mencapai 150 tahun.
Sultan Agung
Sedangkan umpak (batu penyangga tiang) berasal dari petilasan Sultan Agung Hanyokrokusuma yang dahulu berkedudukan di Pleret Bantul.
Di masjid ini juga terdapat beragam ukir-ukiran. Ukiran ini selain dimaksudkan untuk menambah keindahan dan kewibawaaan, juga mengandung makna dan maksud tertentu.
Ukiran praba, berarti Bumi, tanah, kewibawaan. Ukiran saton berarti menyendiri, sawiji. Ukiran Sorot berarti sinar cahaya matahari.
Tlacapan berarti panggah, yaitu tabah dan tangguh. Ceplok-ceplok berarti pemberantas angkara murka. Ukiran mirong berarti maejan atau nisan, berarti bahwa semuanya kelak pasti dipanggil oleh Allah.
Ukiran tetesan embun di antara daun dan bunga yang terdapat di balok uleng berarti siapa yang salat di masjid ini semoga mendapat anugerah Allah.
Dari aspek konstruksi, bangunan masjid Sokotunggal ini juga sarat makna. Dalam konstruksi masjid itu ada bagian yang berbentuk bahu dayung'.
Ini melambangkan, orang-orang yang salat di masjid ini menjadi orang yang kuat menghadapi godaan iblis angkara murka yang datangnya dari empat penjuru dan lima pancer.
Sunduk berarti menjalar untuk mencapai tujuan. Santen berarti bersih suci (kejujuran). Uleng artinya wibawa.
Singup artinya keramat, Bandoga artinya hiasan pepohonan, tempat harta karun. Tawonan berarti gana, manis, penuh.

Tribun Jogja/Hamim Thohari
Serambi Masjid Keraton Soko Tunggal
Rangka-rangka masjid yang dibentuk sedemikian rupa juga memiliki makna. Saka brunjung melambangkan upaya mencapai keluhuran wibawa melalui lambang tawonan. Dudur adalah lambang ke arah cita-cita kesempurnaan hidup melalui lambang bandoga.
Balok/Saka Bindi lambang mencapai cita-cita kesempurnaan hidup melalui lambang gonjo.
Sirah gada, melambangkan kesempurnaan senjata yang ampuh, sempurna baik jasmani dan rohani. Mustaka digunakan untuk melambangkan keluhuran dan kewibawaan. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/masjid-2_2106_20150621_154011.jpg)