Pedasnya Mie Des, Mie Berbahan Baku Ketela

Berbeda dengan kebanyakan mie yang dibuat dari tepung terigu, bahan baku pembuatan mie yang diolah menjadi Mie Des menggunakan tepung ketela/tapioka.

Tayang:
Penulis: Hamim Thohari | Editor: oda
Tribun Jogja/Hamim Thohari
Mie Des Godog 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Satu lagi kuliner khas daerah Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta yang layak anda coba, yakni Mie Des.

Panganan ini merupakan hidangan khas daerah Pundong, Bantul. Mie Des adalah olahan mie yang dimasak dengan kuah maupun digoreng.

Berbeda dengan kebanyakan mie yang dibuat dari tepung terigu, bahan baku pembuatan mie yang diolah menjadi Mie Des menggunakan tepung ketela/tapioka. Ukuran miennya pun lebih besar dari pada mie biasa.

Dahulu salah satu warga Pundong yang menjadi pelopor kuliner miedes adalah Mbah Pawiro, dan saat ini beberapa keturunnya mulai dari anak hingga cucu meneruskan usaha berjualan Mie Des.

Salah satu penerus cucu Mbah Pawiro yang saat ini berjualan Mie Des adalah Mbak Anik.

 
Warung Mie Des. (Tribun Jogja/Hamim Thohari)

Saat ini Mbak Anik dengan dibantu suaminya yang bernama Agus Sumarwan berjualan mie des dengan nama mie des Mbak Anik di dusun Ngupit, Desa Patalan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul.

Dengan menempati warung sederhana yang jadi satu dengan tempat tinggalnya, pasangan suami istri selalu melayani pemburu mie des dari pukul 17.00 hingga dagangan mereka habis.

Meskipun berada di tengah perkampungan, tetapi warung Mie Des ini tidak pernah sepi pengunjung karena selalu menjaga citarasa yang diwariskan oleh kakek mereka.

Nama Mie Des sendiri adalah kependekan dari bakmi pedes, dan rasa dari olahan mie yang satu ini memang pedas. Jika dilihat sepintas, penampilan dari mie des hampir sama dengan bakmi jawa.


Mie godog dan mi goreng di Warung Mie Des. (Tribun Jogja/Hamim Thohari)

Tetapi untuk rasa, mie des berbeda dengan bakmi Jawa. Mie Des tidak menggunakan ayam untuk tambahannya, melainkan menggunakan udang kering atau ebi.

Penggunaan ebi tersebut membuat rasa gurihnya Mie Des berbeda dengan bakmi jawa. Selain itu, untuk cita rasa pedas, warung mie des Mbak Anik menggunakan cabai kering yang telah dihaluskan.

Rasa pedas dan gurih yang dihasilkan dari ebi membuat hidangan Mie Des memiliki rasa yang lezat dan unik.

Dikatakan Agus, selain ebi dan cabai kering, masakan mie des menggunakan bumbu lainnya seperti merica, bawang putih, dan kemiri.

"Bambu-bumbu tersebut dimasak bersama dengan bakmi, irisan kobis, daun bawang, dan telur," terang Agus.

 
Dapur Mie Des. (Tribun Jogja/Hamim Thohari)
Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved