Sensasi Berendam Air Hangat di Kolam Candi Umbul Magelang

Berbicara mengenai pariwisata, bisa dikatakan Yogyakarta dan Magelang menjadi satu paket.

Penulis: Hamim Thohari | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Hamim Thohari

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Magelang adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika berbicara mengenai pariwisata, bisa dikatakan Yogyakarta dan Magelang menjadi satu paket.

Di kabupaten ini lah terdapat salah satu candi Budha termegah di dunia yakni Candi Borobudur, yang biasanya selalu dikunjungi wisatawan yang datang ke Yogyakarta.

Selain itu, jarak yang dekat antara kedua wilayah daerah ini menjadikan keduanya seperti satu paket yang tidak terpisahkan dalam hal urusan pariwisata. Selain candi Borobudur masih banyak potensi pariwisata di Magelang, yang mungkin belum banyak diketahui publik, dan salah satunya adalah pemandian air hangat Candi Umbul.

umbul

Candi Umbul memiliki keunikan jika dibandingkan dengan pemandian air panas yang juga banyak terdapat di daerah lain. Sesuai namanya, pemandian yang terletak di desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini merupakan situs purbakala berupa candi yang dibangun di area sumber air hangat.

Asal-usul penamaan Candi Umbul berasal dari kata Umbul (bahasa Jawa) karena sumber air yang keluar dari dasar kolam selalu menyembul serupa gelembung-gelembung, atau yang di masyarakat Jawa disebut ''mumbul'' (naik).

Kolam di situs ini terbagi menjadi dua tempat. Yang pertama (terletak di bagian atas) merupakan kolam air panas yang mengandung belerang. Sedangkan kolam kedua (lebih rendah) berisi air dingin.

Keseluruhan dinding kolam terbuat dari lapisan-lapisan batu andesit. Pada zamannya, kolam ini merupakan tempat pemandian para putra-putri bangsawan.

umbul

Sejumlah batuan situs berjejer di tepian kolam menggambarkan berbagai relief tumbuhan, binatang, dan stupa bagian puncak candi. Dan secara keseluruhan candi ini masih menampakan nuansa sejarahnya.

Keberadaan umpak (pondasi) yang terdapat di setiap sudut dasar kolam merupakan tiang penyangga atap pelindung. Sedangkan batuan lain berbentuk lingga datar merupakan alas duduk untuk bersemadi.

Dari relief dan beberapa petilasan bentuk lingga dan yoni di beberapa titik, membuktikan bahwa Candi Umbul merupakan candi bercorak Hindhu. Jika menilik sejarah perkembangan Kerajaan Mataram Kuno, kemungkinan besar candi ini dibangun oleh Dinasti Sanjaya yang beragama Hindhu. Tetapi ada juga anggapan bahwa Candi Umbul adalah peninggalan Dinasti Syailendra.

umbul

Tempat tersebut dipercaya dulunya menjadi salah satu tempat mandinya para putri Raja dan putri bangsawan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved