Melihat Kereta Kuno Sambil Belajar Sejarah di Museum Kareta
Puluhan kerata kuda yang dimiliki oleh Keraton Yogyakarta tersebut memiliki beragam kegunaan dan memiliki nama yang berbeda-beda pula
Penulis: Hamim Thohari | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Keraton Ngayogyakarta adalah salah satu tujuan wisata paling populer di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Keindahan bangunan dan cerita sejarah dari kebesaran Keraton Yogyakarta, menjadikan Keraton menjadi destinsi favorit wisatawan.
Di kompleks Karaton Yogyakarta ada sebuah museum yang patut anda kunjungi, yakni museum Kareta Karaton Ngayogyakarta.
Meseum ini berisikan koleksi kereta kuda milik Keraton Kasultanan Yogyakarta yang dulunya merupakan kendaraan utama di lingkungan Keraton.

Tribun Jogja/Hamim Thohari
Pintu masuk Museum Kareta Karaton Ngayogyakarta
Bahkan hingga saat ini beberapa kereta yang ada di museum ini masih digunakan dalam upacara-upacara kebesaran Keraton, seperti upacara penobatan Sultan, pernikahan putra Sultan, atau mengantar jenazah Sultan ke tempat peristirahatan terakhir.
Museum yang letaknya berseberangan dengan Bangsal Pagelaran, atau di sisi barat Jalan Rotowijayan, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Keraton, Yogyakarta ini dirintis pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwana VII.
Saat ini terdapat 23 kereta kuda di museum tersebut.
Puluhan kerata kuda yang dimiliki oleh Keraton Yogyakarta tersebut memiliki beragam kegunaan dan memiliki nama yang berbeda-beda pula.
Beberapa koleksi museum yang cukup menarik di antaranya adalah Kareta Kanjeng Nyai Jimad. Kereta kuda tersebut merupakan pusaka Keraton, buatan Belanda pada tahun 1750.

Tribun Jogja/Hamim Thohari
Koleksi kereta di Museum Kareta Keraton Ngayogyakarta
Kereta ini adalah hadiah dari Raja Spanyol yang saat itu sudah memiliki hubungan dagang dengan pihak Kasultanan Yogyakarta.
Kareta Kanjeng Nyai Jimad ditarik oleh delapan ekor kuda dan digunakan sebagai alat transportasi sehari-hari oleh Sri Sultan Hamengku Buwana I-III.
Kondisi kereta kuda tersebut seluruhnya masih asli, termasuk pegas kereta yang terbuat dari kulit kerbau.
Ada juga Kareta Garuda Yeksa. Kereta ini Merupakan kereta buatan Belanda tahun 1861. yaitu pada masa Sri Sultan HB VI.
Kereta Garuda Yeksa digunakan untuk penobatan Sri Sultan Hamengku Buwana VI sampai dengan Sri Sultan Hamengku Buwana X.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/museum-kereta1_1206_20150612_154032.jpg)
