Hiswana Migas DIY Sulit Bedakan Warga Dan Pengecer

Petugas Hiswana Migas DIY sulit membedakan antara pengecer dan rumah tangga, maka pembelian Elpiji 3 kilogram hanya dibatasi maksimal dua tabung saja.

Penulis: ang | Editor: oda
Tribun Jogja/ Hari Susmayanti
Suasana operasi pasar gas elpiji tabung 3 kg di Semanu, Gunungkidul, Senin (18/5/2015) 

Laporan reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala Bidang (Kabid) Elpiji 3 kilogram Hiswana Migas DIY, Iwan Setyawan mengatakan operasi pasar (OP) tersebut digelar agar memudahkan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan elpiji bersubsidi.

Selain itu, upaya ini dilakukan untuk meredam kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan gas tersebut di pasaran.

"Pada dasarnya stok yang tersalurkan susah disesuaikan dengan alokasi yang ada," ungkapnya, Senin (1/6/2015).

Menurut Iwan, karena sasaran OP merupakan rumah tangga maka pembelian hanya dibatasi maksimal dua tabung saja. Dalam OP tersebut, pengecer tidak diperbolehkan ikut membeli.

"Namun karena sulit membedakan antara pengecer dan rumah tangga, kami hanya membatasi maksimal dua tabung untuk masing-masing KTP," ujarnya. (Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
elpiji
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved