Survivor Rohingya : Perempuan Diperkosa, Orang-orang Dipukuli hingga Mati
Itu sangat buruk. Perempuan diperkosa. Orang-orang dipukuli dan dibiarkan mati
TRIBUNJOGJA.COM - Jadi korban perdagangan manusia, terjebak dan disiksa dengan rohingnya lainya. Yousof 17 tahun (bukan nama sebenarnya) berhasil lolos dari kamp penculik yang nyaris merenggut nyawanya.
"Saya ingin punya status seperti bangsa yang lain, saya ingin belajar di Amerika dan membantu sesama kaum saya,"katanya remaja yang kini masih menunggu status pengungsi dari PBB dikutip dari Thestar.com.
Yousof menceritakan dirinya pernah ditahan di satu kamp di perbatasan hutan Malaysia-Thailand, dia adalah remaja yang pintar membantu sebuah kamp yang berisi sekitar 700 Rohingya yang diperdagangkan melarikan diri.
Sebelum kabur, Yousof beserta lima orang muda lain yang sehat sering dibawa masuk keluar kamp oleh penculik untuk menguburkan orang mati.
Yousof tahu betul bahwa penculik Rohingya takut dengan polisi, cara itu akan digunakan untuk melarikan diri dari sekapan.
Suatu malam, setelah kembali dari pemakaman seusai mengubur tiga mayat, enam pemuda memutuskan untuk melaksanakan rencana mereka.

Petugas kepolisian Thailand dibantu tenaga medis menemukan setidaknya 30 mayat yang sudah membusuk di Distrik Sadao, Provinsi Songkhla, Selatan Thailand yang berdekatan dengan perbatasan Malaysia | Maikom Rescue
"Saya berteriak 'polisi, polisi'. Semua orang berlari, "kata Yousof dengan bantuan penerjemah mengenang perjalanannya.
Suatu malam, kembali dari pemakaman setelah mengubur tiga mayat, enam pemuda memutuskan untuk melaksanakan rencana mereka.
Sebagaian penculik berlari, termasuk Yousof berlari keluar dari hutan, dan berakhir di perkebunan karet di Padang Besar, Thailand.
Di sana, mereka diselamatkan oleh penduduk setempat. Selama diculik, Yousof percaya ia berada di sebuah kamp Thailand, di mana ia menghabiskan tiga bulan menjadi juru masak dan penggali kubur.
"Itu sangat buruk. Perempuan diperkosa. Orang-orang dipukuli dan dibiarkan mati, "kata remaja buta huruf itu.
Dia telah menggali kuburan untuk 20 badan dan melihat setidaknya 3.000 Rohingya datang dan pergi meninggalkan kamp. "Tidak ada uang, Anda hanya tinggal di kamp," katanya.
Dirinya diculik ketika berumur 15 tahun, Yousof bekerja di perahu nelayan tapi dia tertangkap di Rakhine, Myanmar, menggunakan perahu bersama-sama dengan sekitar 450 Rohingya.
"Awalnya mereka bilang mereka ingin membantu saya mencari uang di Malaysia. Tapi akhirnya menodongkan pisau panjang pada saya, "kata remaja yang sekarang tinggal di tempat penampungan rahasia.
Selama satu bulan di atas kapal, ia diberi segenggam beras dan dua teguk air sehari, kata dia, mengenang sambil berurai air mata. "Beberapa melompat ke laut kemudian mati," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/survivor-rohingya_20150528_180830.jpg)