Jumlah Pengangguran Terbuka di Klaten Capai 19 Ribu Orang
Catatan Dinas sosial tenaga kerja dan transmigrasi (Dinsosnakertrans) Klaten, terjadi kenaikan hingga 150 persen.
Penulis: pdg | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Padhang Pranoto
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Jumlah pencari kerja baru di Kabupaten Klaten, membeludak, terlebih lagi pascakelulusan siswa-siswi SMA dan sederajat. Catatan Dinas sosial tenaga kerja dan transmigrasi (Dinsosnakertrans) Klaten, terjadi kenaikan hingga 150 persen.
Pengantar Kerja Fungsional Dinsosnakertrans Klaten, Ratri Wiryani menyebutkan, lonjakan pencaker mulai terjadi selepas tanggal 15 Mei. Mereka berduyun-duyun membuat surat angkatan kerja 1 atau lazim disebut kartu kuning, sebagai prasyarat mendaftar pada suatu perusahaan.
"Kalau pada hari biasa hanya 50 pencaker yang mencari AK 1, setelah tanggal tersebut bisa mencapai 200 anak. Semakin kesini kami perkirakan bertambah banyak," katanya, Rabu (27/5/2015).
Ia mengungkapkan, melonjaknya pemohon tidak memengaruhi persediaan lembar AK 1 yang ada di kantor Dinsosnakertrans. Hal itu karena kantor sudah mempersiapkan kartu. Namun demikian, diakuinya hal tersebut berimbas pada kecepatan pada proses pelayanan.
"Otomatis harus antre dengan jumlah pencaker yang mencari kartu kuning yang semakin banyak," ujarnya.
Terpisah, Kabid Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Klaten Giyanta menyebutkan jumlah pencaker dari Januari hingga April 2015 mencapai 19.354. Dirinya menyebut, para pencari kerja tersebut masih belum sepenuhnya terserap karena berbagai faktor termasuk pilah-pilih jenis pekerjaan dari pencaker.
"Mereka tergolong sebagai penganggur terbuka karena mereka masih belum terserap. Mereka masih memilah-milih jenis pekerjaan. Dengan adanya lulusan baru SMA maupun SMK, kemungkinan jumlah tersebut akan cenderung bertambah," ucapnya.
Ia menjelaskan, jumlah lowongan kerja tersedia di Klaten saat ini mencapai 2270, loker. Dengan kondisi tersebut, dirinya mengkalkulasi pengangguran tersebut bisa berkurang. Namun realitas dilapangan menunjukkan hal berbeda, para pencaker rupanya masih terlalu selektif. Selain itu, antara pencari kerja dan penyedia lapangan kerja, belum menemukan kecocokan (matching), terutama dalam hal ketrampilan.
Guna mengatasi hal tersebut, Giyanta mengatakan akan menggelar job fair guna menjaring para penganggur terbuka itu. Direncanakan,event itu akan digelar pada awal bulan Juni hingga Agustus.
"Kita akan mengadakan pasar kerja kecil-kecilan di depan kantor Dinsosnakertrans. Rencananya awal bulan depan, namun akan kami rapatkan dulu dengan para pemilik loker," katanya. (*)