Rektor UPN Veteran Yogya Keberatan Jika Skripsi Dihapus

Masyarakat akademis diminta untuk menerbitkan penelitiannya di jurnal ilmiah.

Rektor UPN Veteran Yogya Keberatan Jika Skripsi Dihapus
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, M Resya Firmansyah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Rektor Universitas Pembangunan Negeri (UPN) Veteran Yogyakarta, Prof Sari Bahagiarti, menyatakan bahwa keputusan menghilangkan skripsi bertentangan dengan wacana Mendikbud sebelumnya.

Dalam hal ini, yang dimaksud adalah masyarakat akademis diminta untuk menerbitkan penelitiannya di jurnal ilmiah.

Padahal, menurut Sari, menulis skripsi merupakan ajang latihan membuat karya tulis ilmiah. Untuk kemudian dapat dimasukkan ke dalam jurnal ilmiah, atau dipresentasikan di forum maupun konferensi bidang ilmu terkait.

“Menghilangkan skripsi berarti bertentangan dengan semangat menteri sebelumnya untuk menggencarkan publikasi ilmiah. Padahal, peneliti di negara kita ini sangat rendah,” ungkap Sari.

Jika nantinya wacana ini menjadi Peraturan Menteri (Permen), Sari mengaku akan keberatan untuk menerapkan di kampus yang dipimpinnya.

Sari dapat menerima wacana ini jika skripsi tidak dihapuskan seluruhnya. Melainkan mahasiswa diberikan dua opsi.

“Jika mahasiswa IPK di atas 3, maka wajib mengambil skripsi. Jika di bawah 3 mungkin bisa diganti dengan mengambil mata kuliah. Tetapi dengan catatan. Mahasiswa yang tidak mengambil skripsi, tidak boleh mengambil pendidikan jenjang tinggi. Baik S-2 maupun S-3,” ujarnya.

Sari mengatakan hal tersebut bukan tanpa alasan. Katanya, kebijakan tersebut sudah diterapkan di beberapa universitas di luar negeri juga.

“Saya keberatan jika UPN yang selama ini mahasiswa wajib seluruhnya skripsi, kemudian dihilangkan,” pungkasnya. (*)

Tags
skripsi
Penulis: mrf
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved