Pendaftar Difabel Maupun Normal Punya Peluang Sama
Dalam segala proses seleksi, panitia SBMPTN tidak akan membeda-bedakan antara yang berkebutuhan khusus maupun yang tidak
Penulis: mrf | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, M Resya Firmansyah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Wakil Rektor I Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Wardan Suyanto EdD menjelaskan pada pelekasaan SBMPTN 2015 nanti, pihaknya tidak memberi kuota kepada pendaftar yang difabel maupun yang tidak.
Hal ini sebelumnya juga diterapkan pada SNMPTN.
“Kami tidak membeda-bedakan pada SBMPTN kali ini. Baik yang umum maupun yang difabel. Yang menentukan bisa masuk PTN yaitu kemampuan sudah memenuhi passing grade atau belum,” ungkap Wardan yang juga Panitia Nasional penyelenggaraan SBMPTN ini, Selasa (12/5).
Wardan juga menambahkan, dalam segala proses seleksi, panitia SBMPTN tidak akan membeda-bedakan antara yang berkebutuhan khusus maupun yang tidak.
Hanya saja, ada beberapa prodi yang memang tidak bisa menerima difabel.
“Contohnya prodi olahraga dan beberapa prodi lain yang menggunakan fisik. Selain itu, buta warna juga tidak bisa kami terima di beberapa prodi. Ini untuk kepentingan bersama,” katanya.
Seperti diketahui, pendaftaran SBMPTN sudah dibuka kemarin (Senin, 11/5) dan akan ditutup pada 29 Mei 2015 mendatang melalui laman sbmptn.or.id.
Pada SBMPTN 2015 di DIY, empat PTN menyediakan 6.170 kursi untuk diperebutkan. (tribunjogja.com)