Sabdaraja Sri Sultan HB X

GBPH Yudhaningrat Menilai Isi Sabdaraja Menabrak Paugeran Keraton

Salah satu yang dikritisi oleh Gusti Yudha adalah dirubahnya gelar dan nama yang disandang Raja Yogyakarta.

GBPH Yudhaningrat Menilai Isi Sabdaraja Menabrak Paugeran Keraton
Tribun Jogja/Muhammad Fatoni
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, GBPH Yudhaningrat, membuka pameran Heritage Kotagede, di Pendapa Kantor Disbud DIY, Senin (3/11/2014). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Keputusan Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengeluarkan Sabdaraja mendapat kritikan dari salah satu kerabat keraton, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Yudhaningrat.

Adik Sri Sultan HB X tersebut menyatakan, sebagai seorang Raja, Sultan HB X seharusnya mempertimbangkan setiap perkataan yang dikeluarkan.

"Sebagai seorang pemimpin seharusnya bijaksana dan mempertimbangkan setiap pernyataan yang dikeluarkan. Jangan sampai membuat keadaan ramai," ujar Gusti Yudha saat dihubungi wartwan Tribun Jogja, akhir pekan lalu.

Menurut Gusti Yudha, isi Sabdaraja yang disampaikan Sultan HB X telah menabrak paugeran yang selama ini ada. Salah satu yang dikritisi oleh Gusti Yudha adalah dirubahnya gelar dan nama yang disandang Raja Yogyakarta.

Menurutnya nama dan gelar yang disandang seorang Raja Yogyakarta telah ditentukan oleh pendiri kerajaan, jika terjadi perubahan nama dan gelar harus merubah seluruh paugeran yang ada.

"Raja Yogyakarta, sejak awal berdirinya Keraton hingga saat tidak pernah mengalami perubahan dan telah ditetapkan seperti itu. Tatanan tersebut berlaku turun-temurun dan tidak bisa sembarangan dirubah. Jika tatanan tersebut dirubah berarti bukan Yogyakarta lagi, tetapi ada keraton baru," ujarnya.

Selain mengkritisi perubahan nama dan gelar, Gusti Yudha juga mengkritisi tentang perubahan perjanjian antara pendiri Mataram Ki Ageng Pemanahan dengan Ki Ageng Giring. Menurutnya perjanjian tersebut tersebut juga telah menjadi pedoman secara turun temurun yang selama ini tidak menimbulkan polemik.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan apa yang melatarbelakangi Sultan mengeluarkan Sabdaraja, Gusti Yudha juga tidak mengetahuinya secara pasti. Tetapi dia juga tidak bisa menepis jika ada anggapan bahwa Sabdaraja tersebut untuk memberikan jalan kepada Putri Dalem naik tahta. (*)

Tags
Sabdaraja
Penulis: mim
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved