Ada Cinta di Secangkir Kopi Susu
Menggambar atau melukis adalah kegiatan seni yang kini memiliki makna luas, baik dari sisi materi, media dan objeknya
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menggambar atau melukis adalah kegiatan seni yang kini memiliki makna luas, baik dari sisi materi, media dan objeknya. Kemunculan perupa baru dengan media alternatif membuat seni lukis dan gambar makin semarak.
Tengok saja karya perupa dalam media yang dulu jarang digunakan, seperti kaca, telur, bahkan dalam sebutir beras. Belum lagi penggunaan materi untuk melukis juga sudah beragam, tak melulu cat minyak dan pensil, ada yang melukis menggunakan bara api, lumpur, pasir bahkan rambut.
Seni menggambar ini pun merambah dunia kuliner, salah satunya yang disebut sebagai Latte Art, yakni sebuah terobosan membuat hiasan gambar di atas minuman Coffee Latte.
Sifat foam hasil campuran kopi dan susu dalam minuman Coffee Latte inilah yang kemudian dikembangkan untuk dijadikan media menggambar, meskipun sifatnya sementara, lantaran tak bisa bertahan lama.
Coffee Latte sendiri adalah minuman yang ditemukan pertama kali di Italia sekitar tahun 1950an oleh Lino Meiorin, seorang pemilik kafe sekaligus barista pertama dari Italia.
Dalam hal ini, para barista sebagai garda depan penyajian minuman kopi adalah mereka yang mau tak mau kemudian belajar bagaimana membuat Latte Art agar Coffee Latte yang disajikan memiliki nilai estetika.
Salah satunya adalah Tegar Satrio Suryo Nuswantoro, barista It's Coffee Espresso Bar. Bagi pria brewokan ini, bicara Latte Art, tak bisa lepas dari mengenal jenis Coffee Latte.
Rasa minuman kopi ini perpaduan antara gurih, manis dan pahit. Menjadi unik, ketika berkembang seni untuk menambahkan gambar pada minuman ini melalui efek busa atau foam hasil dari meleburnya susu dan kopi.
Hiasan inilah kemudian dinamakan seni dalam latte atau Latte Art.
Tegar menjelaskan, jenis minuman kopi hasil campuran kopi dengan susu panas yang menjadikan foam di atas kopi ini muncul pertamakali di Italia. Nama Coffee Latte sendiri memiliki arti kopi susu dalam bahasa Italia.
Umumnya komposisi standar antara kopi dan susu dalam Coffee Latte adalah tiga banding satu.
"Latte art itu adalah seni menuangkan susu panas yang sudah disteam ke dalam minuman berbasis espresso dengan membentuk pola atau desain tertentu," terang Tegar.
Tegar menjelaskan, ada tiga basic latte art yang umum dibuat, yakni love, rosseta dan tulip. Selanjutnya, bagaimana kreativitas barista untuk mengembangkannya.
Ketiga basic tersebut memang harus dikuasai terlebih dahulu oleh barista, selebihnya tergantung barista mengeluarkan passionnya untuk dikembangkan ke pola yang membentuk keindahan lain.
"Membuat latte art perlu alat bantu dalam proses etching, bisa menggunakan pen atau stick etching atau bisa diakali dengan menggunakan ujung termometer atau tusuk gigi. Tapi harus higienis ya, biar ngga tercemar minumannya. Lalu ada juga cara membuat latte art dengan cara dusting yaitu dengan menggunakan alat bantu cetakan. Jangan lupa, yang paling penting adalah rasa, supaya ada passion saat membuat latte art," terang Tegar yang terjun di dunia barista sejak dua tahun lalu.
Sementara itu, menurut Yonathan Novan Yudhistira Christie, salah satu barista di Epic kafe, latte art adalah seni dekoratif menghias di atas minuman espresso dengan bahan dasar steam milk (busa susu ).
Seni ini dapat diaplikasikan dalam minuman lainnya, antara lain, greentea latte, red velvet, cafe moccha, taro dan hot chocolatte.
"Cara pembuatan latte art di espresso ada dua teknik. Pertama freepour dan kedua etching. Freepour modelnya menuangkan secara langsung susu yang sudah disteam ke atas minuman espresso. Untuk cara etching menuangkan susu diatas espresso dan kemudian dibentuk memakai alat bantu menggambar," terang Novan.
Baik Tegar maupun Novan sepakat, karakter seorang barista akan terlihat pada latte art yang ia buat. Misalnya latte art love, bisa jadi barista tersebut akan membuat love besar, kecil atau sedang, tergantung suasana hati dan karakternya masing-masing.
"Seringkali kami, barista, juga menggunakan latte art sebagai daya tarik di minuman kami, untuk memikat atau mencuri perhatian para penikmat minuman kopi," imbuh Novan. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kopi-susu_0305_20150503_103306.jpg)