Panti Asuhan Ini Fokus Beri Pendidikan Pada Anak-anak Dhuafa
Panti ini berlokasi di Prigi Kidul RT 03 RW 04, desa Gamblegan, Kecamatan Kalikotes, Klaten.
Laporan Reporter Magang Tribun Jogja, Fitriana Rahmawati
TRIBUNJOGJA.COM - Pendidikan sejatinya merupakan hak setiap anak bangsa, namun tidak semua anak beruntung mendapatkan pendidikan yang memadai. Kondisi ekonomi yang memprihatinkan, hidup sebatang kara, kurangnya perhatian terhadap pendidikan, merupakan beberapa alasan mengapa mereka tidak dapat mengenyam pendidikan seperti anak pada umumnya.
Adalah Panti Asuhan yang kini berubah nama menjadi Panti Asuhan Amanah, berusaha mewujudkan hal tersebut. Panti ini berlokasi di Prigi Kidul RT 03 RW 04, desa Gamblegan, Kecamatan Kalikotes, Klaten.
Usianya pun terbilang masih baru, sehinga jumlah anak asuhnya pun belum terlalu banyak. Ada enam anak asuh yang tinggal menetap di panti ini serta 12 anak asuh yang tidak tinggal di panti.
Selain bertanggung jawab terhadap pendidikan anak asuh di sekolah, Panti Asuhan Amanah juga memberikan mereka bimbingan ekstra. Bimbingan itu diantaranya adalah memberikan tausiah, bimbingan membaca Alquran, serta privat pendidikan, misalnya pendalaman bahasa Inggris atau matematika, dan ada teater bagi anak asuh yang berminat.
Bimbingan yang dilaksanakan di panti ini juga dibantu oleh mahasiswa Universitas Widyadharma Klaten. Untuk mempererat silaturrahmi terhadap masyarakat sekitar, panti ini juga mengadakan pengajian yang diselenggarakan di halaman panti setiap malam Minggu Pon.
“Ibaratnya, panti ini seperti anak kecil yang baru belajar merangkak sudah ditinggal yang ngesohi (yang mengasuh). Kami bersama teman-teman ini modal utamanya Bismillah, ya Alhamdulillah, Allah memberikan jalan sehingga panti ini bisa berlanjut hingga saat ini”, jelas Andri, seorang pengasuh panti tersebut.
Pemasukan yang didapat panti ini selain dari donatur tetap, ada pula donatur yang tidak tetap, sehingga besaran biaya operasional panti pun tidaklah tetap. Meski demikian, mereka tetap mengupayakan yang terbaik bagi anak asuhnya, baik dari segi pendidikan maupun segi yang lainnya.
Usia yang masih baru juga membuat panti ini masih menerima anak asuh. Dari 20 orang kapasitas maksimal anak asuh di panti ini, hingga kini baru terisi enam anak asuh yang bermukim di panti.
“Bagaimanapun juga, setiap manusia memiliki rezeki masing-masing, mereka yang datang pun demikian. Kami menyalurkan. Jadi kami tidak khawatir, pasti ada jalan”, terang Andri.
Sebagaimana layaknya panti asuhan, Amanah memiliki landasan hukum yang jelas, sehingga anak asuh yang akan masuk di panti ini harus ada yang menyerahkan, semisal dari pihak sanak saudaranya. Untuk anak yatim piatu atau anak hilang, penyaluran bisa dilakukan melalui dinas sosial. Sementara untuk kriteria anak asuh yang dibina di Panti Asuhan Amanah ini yaitu anak usia sekolah (SD-SLTA), yatim atau duafa.
Amanah memiliki maksud dan tujuan yang jelas, program kegiatannya pun tersusun rapi. Dasar pembinaan yang diterapkan juga tertera dalam laman pantianamah.org. Pengurus panti pun optimis, Amanah dapat terus berlanjut mengasuh anak yatim dan kaum dhuafa.
Panti Amanah sendiri didirikan oleh alm. Supardi, seorang yang semasa hidupnya merupakan dosen dari Universitas Islam Indonesia (UII). Dengan latar belakang ini, ia tergerak hatinya untuk membantu kaum dhuafa agar anak-anak tersebut dapat mengenyam pendidikan seperti anak yang lainnya.
Pada Bulan Juli 2009, Supardi akhirnya memantapkan tekadnya, dan lahirlah Panti Asuhan Kartosemitan ini. Namun, belum genap satu tahun Supardi mengelola panti tersebut, Tuhan memanggilnya.
Meski demikian, niat baik Supardi dalam upaya meretas kaum dhuafa dari sisi ketidakberdayaan di bidang pendidikan tidak berhenti begitu saja. Pengelolaan panti berpindah tangan kepada Alm Hardiman.
Hingga pada tahun 2011, panti ini mengalami perubahan Akta Pendirian, kemudian pada tahun 2015 ini dilakukan perubahan badan hukum dari BKS (Badan Kerja Sosial), menjadi yayasan Amanah yang kini dipimpin oleh H Ardisuwiryanta. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/panti-amanah_3004_20150430_131649.jpg)