Hari Kartini

Ibu Perkasa dari Magelang, Bekerja Sebagai Penambal Ban Truk

Sejak tahun 2003, dia sudah sering membantu suaminya, Supriyanto menambal ban sepeda motor hingga truk

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.com | AGUNG ISMIYANTO
Siti Kholifah tengah membersihkan roda-roda truk pasir yang sedang berhenti di bengkelnya, yang berada di Jalur Yogyakarta-Magelang, Desa Japunan, Kecamatan Mertoyudan 

Semangat hari Kartini tanpa disadari hinggap di hati para perempuan yang bekerja keras membanting tulang punggung untuk kehidupannya. Tidak ada gemerlap baju adat atau hanya perayaan formal saja. Mereka justru rela menjadi tukang tambal ban dan pengatur lalu lintas di tengah kerasnya kehidupan di Magelang

TANGAN Siti Kholifah nampak kotor dipenuhi oli bekas dan debu.

Namun, dia tetap bersemangat membersihkan roda-roda truk pasir yang sedang berhenti di bengkelnya, yang berada di Jalur Yogyakarta-Magelang, Desa Japunan, Kecamatan Mertoyudan, Selasa (21/4).

Setelah menyemprot roda dengan kompresor, dia lalu menghampiri sepeda motor yang juga mengantri karena bannya bocor.

Ibu dengan satu putra itu lalu menanyakan pada pelanggannya bagian ban mana yang rusak.

Dengan cekatan, dia lalu mengeluarkan ban tersebut dan kemudian mengecek bagian yang bocor.

Dia lantas memperbaiki ban dan menambal ban yang bocor tersebut.

Pekerjaan menambal ban bukan hal yang baru baginya.

Sejak tahun 2003, dia sudah sering membantu suaminya, Supriyanto menambal ban sepeda motor hingga truk.

Dia tak malu melakukan pekerjaan itu meski kasar dan bermandi oli tersebut.

“Saya engga malu jadi penambal ban. Ini cara mencari uang yang halal,” paparnya saat ditemui kemarin.

Siti mengaku dengan ikut menambal ban, dia juga membantu meringankan pekerjaan suaminya.

Termasuk, bisa menambah pundi-pundi uang bagi keluarganya.

Halaman 1/2
Tags
Tambal Ban
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved