Masyarakat Perlu Diedukasi Soal Batu Akik
Maraknya efek negatif yang timbul dari meledaknya pamor batu akik mengundang pecinta batu mulia untuk ikut berkomentar
Penulis: apr | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Maraknya efek negatif yang timbul dari meledaknya pamor batu akik mengundang pecinta batu mulia untuk ikut berkomentar.
Dwi Suyono, Ketua Komunitas Pecinta Batu Akik Mataram Gemstone menjelaskan hal tersebut saat ditemui di tengah Pasar Batu Akik dan Mulia di Resto Lembah Desa, jalan Imogiri Timur, Rabu (15/4/2015).
Kasus terbaru mengenai pencurian batu mulia di nisan beberapa makam di Bantul, serta seorang anak yang tertabrak kereta karena mencari batu akik tak lepas dari perhatian Dwi.
Dwi mengungkapkan efek negatif tersebut sebagai fenomena yang harus dicermati semua pihak. "Ketika permintaan tinggi, banyak yang berburu, sampai pada cara-cara yang salah," jelasnya.
Menurutnya hal ini jadi tanggungjawab semua pihak untuk sama-sama memberikan edukasi yang benar tentang fenomena batu akik.
"Jangan dibiarkan anak-anak tidak paham apa itu batu akik, dan malah mencari batu akik di rel kereta api, pasti tidak ada," ungkapnya.
Meski mengakui ada efek negatif dari fenomena batu akik, Dwi tetap menganggap batu akik masih punya prospek di masa depan.
Dwi mencontohkan, batu akik khas suatu daerah bisa menjadi aset daerah yang bernilai ekonomis. Selain itu, batu akik juga dianggap bisa memajukan ekonomi masyarakat.
"Berapa banyak home industry pengasah batu akik sekarang? Banyak sekali kan," jelasnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/batu-endog_0204.jpg)