Pegadaian Targetkan Laba Rp2 Triliun
Kontribusi terbesar diperkirakan masih berasal dari sektor gadai yang selama ini memang mendominasi pemasukan perusahaan pelat merah tersebut.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Laba bersih (bottom line) hingga Rp 2 triliun menjadi incaran PT Pegadaian dalam kinerja bisnisnya di tahun ini. Kontribusi terbesar diperkirakan masih berasal dari sektor gadai yang selama ini memang mendominasi pemasukan perusahaan pelat merah tersebut.
Direktur Bisnis III PT Pegadaian, Ferry Febrianto mengatakan, target laba bersih hingga akhir tahun nanti sebenarnya dipatok sebesar Rp 1,75 triliun. Adapun pendapatan diproyeksikan berada pada kisaran Rp 8 miliar. Pada triwulan pertama 2015, sudah tercapai sekitar Rp590 miliar (after tax). Melihat awalan yang bagus ini, pihaknya optimistis laba bersih yang didapat secara keseluruhan pada tahun ini bisa melampaui target utama bottom line.
“Secara linier jika dikalikan empat kan sudah Rp 2 miliar lebih. Kalau kondisi makro ekonomi, terutama emas tidak bergejolak, kami optimis target itu bisa tercapai,” kata Ferry di sela perayaan ulangtahun ke-114 PT Pegadaian (persero) untuk kantor wilayah Semarang (Jawa Tengah-DIY) di kompleks Monumen Serangan Umum 1 Maret, Yogyakarta, Minggu (12/4/2015).
Dia menyebutkan, komposisi pemasukan Pegadaian sejauh ini masih didominasi dari sektor layanan gadai yang menempati 97% porsi pemasukan. Sementara sisanya dari sektor produk lain seperti program kepemilikan logam mulia dan aneka jasa. Hal ini menurutnya tak lain karena pemahaman yang masih sangat terbatas dari masyarakat terhadap pemanfaatan layanan produk Pegadaian. Publik selama ini masih melirik perusahaan sekadar untuk urusan gadai saja.
Namun begitu, disebutkan Ferry, rencana jangka panjang (RJP) PT Pegadaian untuk rasio lima tahun ke depan menginginkan ada pertumbuhan kinerja dan pemasukan dari sektor layanan selain gadai. Produk gadai akan dikurangi porsinya sekitar 10% untuk menggenjot pertumbuhan di sektor layanan lain. Termasuk kepemilikan logam mulia (emas) yang kini terus digenjot dan dipasarkan ke masyarakat baik melalui sistem cash, cicilan, maupun arisan.
Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan mengeluarkan produk tabungan emas. Nantinya, saldo tabungan dalam jangka waktu tertentu akan dikonversikan dalam bentuk emas. Ini menjadi bentuk terobosan lain produk investasi emas dari PT Pegadaian.
“Target tahun ini, kami ingin jual hingga 3 ton dari trading emas. Ini lebih banyak dibanding tahun lalu yang hanya 1,5 ton. Karena sebenarnya emas ini sebagai alat tukar kan jadi pelindung nilai. Pegadaian melihatnya sebagai peluang,” kata tukas Ferry.(*)