Diduga Informasi Bocor, Penambangan Pasir di Merapi Mendadak Sepi
Tidak tampak adanya aktivitas penambangan material Merapi menggunakan alat berat.
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri Kurniawan.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemandangan di sepanjang Kali Opak, di Dusun Petung, Kepuharjo, Cangkringan pada Rabu (8/4/2015) kemarin, lain daripada biasanya. Tidak tampak adanya aktivitas penambangan material Merapi menggunakan alat berat.
Satpol PP dan Polisi yang hendak melakukan pengawasan pun tak menemukan adanya aktivitas penambangan. Polisi dan Satpol PP yang datang ke lokasi penambangan tak menemukan adanya kegiatan penambangan menggunakan alat berat pada Rabu (08/4/2015)
Berdasarkan pantauan wartawan, di lokasi tambang pasir di lereng Merapi tersebut, tak terlihat lagi kegiatan penambangan. Di titik-titik penambangan, hanya terdapat beberapa penambang batu tradisional.
Alat berat yang biasa beroperasi mengeruk material, hanya ditinggalkan begitu saja. Beberapa truk hanya lalu lalang di sepanjang kali, tanpa muatan. Hanya menyisakan pemandangan tebing-tebing di kali Opak yang hancur dibedal alat-alat berat.
Menurut pengakuan Cipto, seorang penambang batu, warga Salam, Magelang, tambang pasir di sepanjang kali Opak tiba-tiba sepi. Backhoe hanya diparkir di tempat dan tidak ada yang beroperasi.
"Udah dari kemarin mas, yang nambang pasir berhenti. Backhoe cuma ditinggal disitu. Kalau yang nambang batu masih jalan," papar Cipto.
Alat berat yang biasa beroperasi mengeruk material, hanya ditinggalkan begitu saja. Pos Retribusi pun nihil. Sopir-sopir yang biasa membeli pasir, mengaku kecelik sesampainya di lokasi tambang.
"Kecele mas. Sepi, backhoe-nya nggak jalan. Ya terpaksa pulang enggak bawa apa-apa." keluh Purwanto, supir truk dari Wates.
Widodo, warga desa Umbulharjo, Cangkringan, mengatakan, backhoe-backhoe sudah tak beroperasi lagi sejak terdengar kabar bahwa tambang pasir di kali Opak sedang diawasi oleh satpol pp dan kepolisian. Diduga, berita tentang operasi pengawasan telah bocor ke telinga para penambang.
"Katanya sih ada operasi. Ada satpol pp dengan polisi berpatroli di sekitar tambang. Makanya pada berhenti, daripada kena masalah," ungkap Widodo, warga desa Umbulharjo, kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.
Selama ini, terjadi kucing-kucingan antara pihak penambang dan satpol pp dengan pihak kepolisian. Ketika operasi pengawasan sedang berjalan, aktivitas penambangan diberhentikan. Sebaliknya, ketika tak lagi ada pengawasan, kegiatan penambangan ilegal dilanjutkan kembali.
"Kalau lagi ada operasi, penambangan ya diliburkan. Sebaliknya, kalau udah ngga diawasi lagi, penambangan dilanjutkan kembali," papar Widodo lagi.
Heri Prasetyo, Kepala Desa Kepuharjo, membenarkan adanya operasi tersebut. Heri mengatakan operasi melibatkan Satpol PP Sleman dan Kepolisian Resort Sleman. Tujuan pengawasan ini adalah untuk penertiban penggunaan backhoe/alat-alat berat untuk menambang karena sifatnya merusak lingkungan.
"Iya benar, tadi ada pengawasan dari satpol pp dan kepolisian, untuk menertibkan tambang pasir disana karena memang tak diperbolehkan menambang dengan backhoe," ungkap Heri, ketika ditemui di kantor Kecamatan Cangkringan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/penambangan_0804_2_20150408_154944.jpg)