Ini yang Terjadi pada Tubuh Sesaat Setelah Seseorang Dinyatakan Meninggal
Sesaat setelah seseorang dinyatakan meninggal secara medis, tak berarti bahwa seluruh sel tubuh seketika saat itu juga akan berhenti
TRIBUNJOGJA.COM - Sesaat setelah seseorang dinyatakan meninggal secara medis, tak berarti bahwa seluruh sel tubuh seketika saat itu juga akan berhenti.
Bersamaan dengan berhentinya aktivitas jantung yang memompa darah, sel pun akan berhenti mendapatkan pasokan oksigen. Kemudian otak akan mengalami gelombang aktivitas di menit-menit terakhir sebelum kemudian akan menjadi 'gelap'.
Tanpa adanya pasokan oksigen, otot-otot akan berada dalam kondisi rileks atau lemas, beberapa saat kemudian terjadi pengosongan perut dan kandung kemih.
Meski demikian, beberapa sel ternyata masih akan tetap bertahan, belum lagi trilyunan bakteri yang ada dalam usus, kulit maupun di tempat lainnya pun akan terus bertahan. Mereka akan tetap hidup menjalanakan aktivitas pada tubuh manusia yang telah mati.
Fase pertama yang terjadi adalah Algor Mortis dimana tubuh akan kehilangan suhu sekitar 1,5 derajat fahrenheit per jam hingga akhirnya akan memiliki suhu sebagaimana lingkungan sekitarnya.
Fase selanjutnya adalah livor mortis dimana tubuh akan berubah berwarna kebiruan yang merupakan terjadinya pengumpulan darah dan cairan di bagian tubuh terendah. Adapula yang tubuhnya berwarna biru gelap tergantung pada warna kulitnya.
Tahap selanjutnya adalah rigor mortis, dimana tubuh dibanjiri kalsium yang menyebabkan otot berkontraksi dan kemudian akan menjadi kaku pada 24 hingga 48 jam ke depan. Nah inilah jawaban kenapa ada jasad dengan mata terbuka. Kemungkinan mata tengah terbuka ketika tubuh memasuki fase rigor mortis, sehingga akan tetap seperti itu untuk sementara waktu.
Setelah itulah tubuh akan memasuki tahapan pembusukan. Tubuh mulai membusuk karena tidak adanya sirkulasi darah, penumpukan karbon dioksida, pH yang meningkat, serta sel-sel mulai rusak. Dalam hitungan dua hingga tiga hari, tubuh membusuk seiring dengan menyebarnya bakteri dan mikroorganisme dalam saluran pencernaan. Kemudian menyebar ke bagian lainnya untuk memakan bagian tubuh semisal pankreas.
Pada fase ini, perut biasanya menjadi berwarna kehijauan, dan mulai menghasilkan gas.
Selanjutnya tubuh akan menghasilkan senyawa organik putresin dan cadaverine yang masuk ke setiap pembuluh darah memicu munculnya cairan berbau busuk. Inilah fase necrosis yakni matinya sel atau beberapa sel maupun organ yang mulai mengubah warna tubuh menjadi kehijauan hingga berwarna hitam.
Bau busuk ini akan menarik berbagai serangga yang menyerang tubuh dan mereka akan mulai bertelur di dalamnya. Ada pula larva lalat yang lahir dan hidup di jaringan tubuh yang telah mati. Belatung juga akan muncul hingga bisa memakan 60% dari tubuh hanya dalam jangka waktu seminggu.
Itulah yang terjadi pada satu minggu pertama sejak seseorang dinyatakan meninggal. (*)
Sumber: Discovery News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/meninggal_1903.jpg)