Ada Kisah Mengejutkan Dibalik Bonsai Berusia Ratusan Tahun Ini
Ini merupakan pohon pinus bonsai (pinus pavlivora) yang sangat indah dengan daunnya yang amat lebat
TRIBUNJOGJA.COM - Bonsai sudah dikenal sejak lama, bahkan di Indonesia pun banyak perajin bonsai yang sanggup mendesain bonsai yang sangat indah dan berharga mahal. Namun, bonsai seperti apakah yang anda anggap paling indah yang pernah anda lihat?
Nah, mungkin anda akan terkejut melihat bonsai merupakan salah satu koleksi yang dipajang di National Bonsai & Penjing Museum di Arboretum Nasional Amerika Serikat ini. Lantaran tak hanya indah, tapi juga ternyata memiliki kisah yang mengejutkan.
Ini merupakan pohon pinus bonsai (pinus pavlivora) yang sangat indah dengan daunnya yang amat lebat. Bohon ini juga disebut Hirosima Survivor.
Menurut keterangan yang tercantum dalam plakat, disebutkan bahwa pohon itu sudah didesain sejak tahun 1625 sehingga dengan demikian genap berumur 390 tahun. Yang mengejutkan, bonsai ini berhasil selamat dari ledakan bom aton Hirosima pada tanggal 6 Agustus 1945 oleh karena itu disebut Hirosima Survivor.
Kini, bonsai itu genap berusia 390 tahun sejak pertama kali keluarga Yamaki mengelola pembibitan bonsai komersial di Hirosima pada tahun 1625.
Dikutiip dari laman Twisted Sifter, bonsai ini kali pertama diberikan oleh sang master bonsai Jepang, Masaru Yamaki pada tahun 1976 sebagai hadiah Bicentennial Jepang untuk rakyat Amerika. Bonsai yang sangat berharga inilah yang ia berikan sebagai hadiah itu.
Berdasarkan informasi yang dilansir Yayasan Bonsai Nasional Amerika Serikat, keluarga Yamaki sendiri dikenal sebagai ahli pembibitan bonsai di Hirosima. Mereka pun mengelola tempat pembibitan bonsai selama beberapa generasi secara turun temurun.
6 Agustus 1945, momen yang tak akan pernah mereka lupakan. Bom atom dijatuhkan di Hirosima dan Nagasaki. Keluarga Yamaki saat itu berada di dalam rumah ketika bom meluluhlantakan kedua kota tersebut.
Beruntung, mereka selamat dari ledakan itu meskipun mengalami luka akibat pecahan kaca yang beterbangan. Wajar saja, jarak mereka dengan pusat ledakan hanya berjarak sekitar tiga kilometer. Tak hanya mereka yang selamat, pohon-pohon bonsai koleksi mereka pun selamat dari ledakan karena terhalang dinding tinggi.
Dan salah satu diantaranya adalah bonsai yang kini dipajang di National Bonsai & Penjing Museum di Arboretum Nasional Amerika Serikat ini. (TRIBUNJOGJA.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bonsai_1803.jpg)