Cat Ratusan Lukisan Karya Maestro Widayat Rusak
Bahkan, beberapa di antaranya ada yang mengelupas catnya, meski dalam ukuran kecil
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Hendy Kurniawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Ratusan lukisan karya maestro seniman lukis H Widayat mengalami keretakan dan pecah seribu. Retakan tersebut masih menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) bagi pengelola museum yang berada di Sawitan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.
Pantauan Tribun Jogja, ada beberapa lukisan yang mengalami keretakan pada beberapa jenis lukisan Haji Widayat yang masih dipasang di museum. Retakan pada lukisan itu memanjang dengan ukuran 5 sentimeter hingga 10 sentimeter, seperti lukisan berjudul “Ikan Laut Dalam” yang dibuat Widayat tahun 1988.
Bahkan, beberapa di antaranya ada yang mengelupas catnya, meski dalam ukuran kecil. Seperti lukisan Widayat yang berjudul “Korban PHK Indonesia” yang dibuat tahun 1998.
“Kami memang sedang berupaya untuk merestorasi kembali lukisan H Widayat. Dari 500 lukisan karya beliau, sekitar 70 hingga 80 persennya mengalami pecah seribu. Ini yang akan kami selamatkan,” ujar Direktur Museum Haji Widayat, Fajar Purnomo Sidi, Kamis (12/3/2015).
Pria yang akrab dipanggil Pungki ini menjelaskan, keretakan dan kerusakan pada beberapa lukisan itu dikarenakan bahan yang dipakai Widayat saat melukis kurang bagus. Menurut Pungki, saat melukis Widayat menggunakan bahan minyak dicampur dengan bahan semacam tepung terigu.
“Bahan ini tidak cukup tahan lama. Untuk itu kami berupaya melakukan restorasi,” papar Pungki.
Dia menjelaskan, pihaknya berencana untuk mengajukan dana untuk restorasi tersebut pada Pemerintah melalu Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Restorasi itu, ujar Pungki diperkirakan menelan dana cukup banyak. Sebab, untuk melakukan restorasi ini, dibutuhkan bantuan dari ahli restorasi lukisan luar negeri.
“Di Indonesia masih belum memiliki ahli restorasi lukisan. Kami rencananya akan menggandeng ahli restorasi berkebangsaan Jepang yang tinggal di Kanada. Itu pun biayanya sangat mahal dan untuk merestorasi lukisan ini butuh waktu lama sekitar 3 tahunan,” jelasnya.
Pungki menambahkan, pihaknya juga sudah merevitalisasi 200an lukisan yang ada di museum. 15 diantaranya adalah karya Widayat yang mengalami kerusakan pada pigura dan spanram untuk menahan kanvas. Kerusakan itu dialami lukisan Widayat periode 1948 hingga 2002.
“Kerusakan itu pada pigura dan spanram karena dimakan teter. Namun, sudah kami perbaiki,” ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/lukisan-h-widayat_.jpg)