BREAKING NEWS: Warga Hentikan Paksa Alat Berat Penambang Pasir

Warga Desa Banaran, Kecamatan Galur, Senin (9/3/2015) sore ini, melakukan aksi unjuk rasa dengan menghentikan paksa aktivitas alat berat

Penulis: Yoseph Hary W | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Yoseph Harry
warga Desa Banaran, Kecamatan Galur, Senin (9/3/2015) sore ini, melakukan aksi unjuk rasa dengan menghentikan paksa aktivitas alat berat penambang pasir di Sungai Progo. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNJOGJA.COM,YOGYA - Ratusan penambang pasir manual dan warga Desa Banaran, Kecamatan Galur, Senin (9/3/2015) sore ini, melakukan aksi unjuk rasa dengan menghentikan paksa aktivitas alat berat penambang pasir di Sungai Progo.

Warga turun ke lokasi alat berat yang diketahui milik PT PAS dan menempelkan spanduk penolakan penambangan menggunakan alat berat.

Ketua paguyuban penambang pasir manual Desa Banaran, Agung Klimin (32), mengatakan warga merasa dirugikan oleh aktivitas penambangan alat berat yang dilakukan PT PAS.

"Selain merusak lingkungan, jalur truk juga rusak, dan membuat rumah warga retak dindingnya," kata Klimin di lokasi.

Hingga menjelang sore, ratusan warga juga memasang spanduk dan poster di sepanjang jalan desa yang menjadi jalur truk pasir. Mereka menolak PT PAS menambang di wilayah Kulonprogo.

Klimin menyatakan, berdasar penelusuran, perusahaan berpusat di Sleman itu mendapat izin penambangan di Bantul. Namun untuk lokasi Kulonprogo tidak berizin. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved