Burung Hantu Kewalahan Basmi Hama Tikus

Keberadaan burung hantu bantuan pemerintah untuk membasmi hama tikus dirasa tidak efektif lagi

Penulis: ang | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Keberadaan burung hantu bantuan pemerintah untuk membasmi hama tikus dirasa tidak efektif lagi. Petani di Moyudan pun harus berjibaku untuk memburu tikus di sawah.

Seorang petani, Wiji Saksono (50) mengatakan guna mengatasi hama tikus yang merebak, petani lebih mengandalkan geropyokan tikus. Upaya tersebut dinilai lebih efektif jika dibandingkan hanya mengandalkan burung hantu yang dilepaskan pemerintah sebagai musuh alami tikus.

“Sudah sejak lima tahun ada, tapi hasilnya tidak maksimal karena daerah buruannya sangat luas,” ungkapnya, Minggu (8/3/2015).

Petani asal Sumberarum, Moyudan itu mengatakan daerah buruan sepasang burung bernama latin Titto Alba itu lebih dari 2.000 meter persegi. Bahkan di titik tertentu unggas malam itu berburu di sawah seluas lima petak.

“Maka dari itu, petani lebih mengandalkan geropyokan sembari menggarapa sawah,” kata dia.

Namun upaya ini tidak berjalan efektif jika dilakukan secara mandiri, hal ini lantaran tikus hanya perpindah-pindah tempat. Dengan demikian diperlukan kerja sama yang baik antara kelompok petani.

“Sehingga perlu adanya komunikasi antar petani yang berbeda kelompok apabila lahannya berdekatan, agar geropyokannya maksimal. Sayangnya tidak semua petani rajin untuk melakukan geropyokan meskipun pemdes di Moyudan sudah mendorong upaya ini,” katanya menjelaskan.

Ngatijo (43) petani di Desa Sumberagung, Moyudan mengatakan per petak lahan dengan luas 2.000 meter persegi dapat menghasilkan gabah panen basah panen sebanyak 10 kwintal. Namun dengan ganasnya serangan tikus, ia hanya mendapatkan kurang dari separuh jumlah tersebut.

“Untuk musim panen kali ini paling tidak kami bisa mendapatkan 7-8 kwintal gabah panen basah, serangannya (tikus) tidak seganas musim sebelumnya,” kata petani yang akan panen pada pertengahan Maret nanti itu. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
tikus
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved