PSIM Yogyakarta
Roni Setiawan Andalkan Kecepatan untuk Tutupi Posturnya
Postur tubuh menjadi kelemahannya, tapi soal kecepatan, Roni layak menjadi andalan tim.
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Hendy Kurniawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Susilo Wahid
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Musim kompetisi musim 2015 ini, PSIM Yogyakarta kembali mempertahankan mayoritas para pemain mudanya. Satu di antaranya Roni Setiawan, pemain kelahiran Bantul berusia 19 tahun. Postur tubuh menjadi kelemahannya, tapi soal kecepatan, Roni layak menjadi andalan tim.
Roni hanya berpostur tubuh 165 sentimeter. Tentu saja untuk bermain di level profesional yakni Divisi Utama seperti sekarang ini Roni terbilang mungil. Pasalnya, banyak tim yang memakai pemain berpostur tubuh sekitar 170 sentimeter ke atas atau bahkan pemain jangkung.
Secara terbuka, Roni mengakui jika postur tubuhnya memang kurang ideal untuk level sepakbola profesional. Bahkan atas kekurangannya itu, ia mengaku kerap kesulitan berduel dengan pemain tim lawan yang punya postur tubuh lebih tinggi.
Masih lekat di ingatan Roni kala musim lalu PSIM menghadapi Madiun Putra, ia mengaku cukup dipersulit dengan pemain lawan yang punya postur tubuh tinggi. "Apalagi kalau dapat bola atas, saya lebih sering kehilangan bola karena kalah tinggi," kata Roni.
Lalu apa yang diinstuksikan pelatih untuknya? Dan simak pengakuan Roni terkait sang idola, Seto Nurdiyantara? Simak laporan selengkapnya di edisi cetak Tribun Jogja, Minggu (1/3/2015). (*)